Indeks Artikel
BULAN MUHARRAM DAN FAHILAH-FADHILAHNYA
Page 2
Page 3
Semua Halaman


Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Muayyad mengucapkan

''SELAMAT TAHUN BARU 1437 H''

Sebagai umat Islam yang ta’at kepada Allah, hendaknya kita semua selalu berusaha menjadi umat yang terbaik. Menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarangNya. Kita semua diperintahkan Allah untuk berilmu dan selalu belajar. Beramal dengan ilmu dan memiliki guru. Sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya:

"Dan janganlah kamu ikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati itu semua akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al Isra': 36).

Maka dalam tulisan ini, penulis akan menyajikan tentang Fadhilah dan Amalan-amalan dianjurkan dibulan Muharram.


 

 

I. KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

Menurut agama Islam ada empat bulan yang dimuliakan Allah swt yaitu bulan Dzulqo'dah, Dzulhijjah Muharrom dan Rajab di bulan-bulan ini umat Islam dilarang melakukan pertumpahan darah dan bagi umat Islam bulan-bulan ini dianjurkan untuk meningkatkan Ibadah kepada Allah swt, Allah berfirman:

Artinya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. ( Q.S. At-Taubat ayat 36)

Dikatakan didalam Kitab Nihayatuz Zain halaman 195-197

وَذكر الْعلمَاء أَن ليَوْم عَاشُورَاء مزايا لم تكن لغيره وَذَلِكَ :

أَنه خلق فِيهِ آدم دَاخل الْجنَّة وتيب عَلَيْهِ فِيهِ واستوت سفينة نوح على الجودي وفلق الْبَحْر لمُوسَى وَأغْرقَ فِي الْبَحْر فِرْعَوْن وَأخرج يُونُس من بطن الْحُوت ويوسف من الْجب وتيب على قوم يُونُس وَولد إِبْرَاهِيم عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَام وَنَجَا من النَّار فِيهِ وَولد عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَرفع إِلَى السَّمَاء فِيهِ ورد بصر يَعْقُوب وكشف ضرّ أَيُّوب وَغفر لنَبِيّ الله دَاوُد فِيهِ اه

Para ulama mengatakan bahwa hari asyuro memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan hari-hari yang lain, yaitu:

1. diciptakannya Nabi Adam AS di dalam surga

2. diterimanya taubatu Nabi Adama AS di dalam surge

3. naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh AS dengan bukit Juudy

4. terbelahnya laut untuk Nabi Musa AS

5. tenggelamnya Fir’aun di dasar laut

6. dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari peruta ikan

7. dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari sumur

8. diterimanya taubat umat Nabi Yunus AS

9. dilahirkannya Nabi Ibrohim AS

10. selamatnya Nabi Ibrohim AS dari api

11. dilahirkannya Nabi Isa AS

12. diangkatnya Nabi Isa AS ke langit

13. dikembalikannya penglihatan Nabi Ya’qub AS

14. dibuka (dihilangkan)nya madlorot yang mendera Nabi Ayyub AS

15. diampuninya Nabi Dawud AS

II. AMALAN-AMALAN DIBULAN MUHARRAM

Banyak amalan-amlan untuk menyambut bulan Muharrom, beberapa kitab salaf, khalaf dan modern telah banyak menjelaskannya, antara lain sebagai berikut:

Kitab I'anatu Tholibin syarah Fathul Mu’in juz 2 hal. 267 disebutkan bahwa amalan-amalan yang sering di lakukan pada saat bulan Muharrom. Al-Alim Al-Alamah Imam an-nawawi mengutip nazham yang di susun berkaitan dengan amalan amalan dibulan muharram (‘Asyuro') yang mana tentang ini juga adala didalam Kitab As-Syaikh Abdul Hamid dalam Kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur yaitu:

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Di dalam bulan ‘Asyuro' ada dua belas amalan yang di anjurkan:

1. Puasa,

2. Shalat,

3. Silaturrahim,

4. Mandi,

5. Mengusap kepala anak yatim,

6. Sedekah,

7. Memakai celak mata,

8. Melebihkan belanja untuk keluarga,

9. Memotong kuku,

10. Bersilaturahim kedapa orang ‘alim,

11. Menjenguk orang sakit,

12. Membaca surat al-ikhlas 1000 kali

Kitab Nihayatuz-Zein, Syekh Nawawi Hal. 196 dikatakan bahwa:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ الأَفاَضِلِ أَنَّ الأَعْماَلَ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ إِثْناَ عَشَرَ عَمَلاً الصَّلاَةُ وَالأَوْلىَ أَنْ تَكُوْنَ صَلاَةُ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى العِياَلِ وَالاِغْتِساَلُ وَزِياَرَةُ العاَلِمِ الصَّالِحِ وَعِياَدَةُ المَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ اليَتِيْمِ وَالاِكْتِحاَلُ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفاَرِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ الإِخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَّةُ الرَّحْمِ

Artinya :

Dikutif dari sebagian Ulama yang memiliki martabat mulia, bahwa amal ibadah yang layak diperhatikan pada tanggal 10 Muharram adalah 12 macam amal kebaikan diantaranya :

1. Melaksanakan Shalat Sunnah, paling utama shalat Tasbih,

2. Melakukan Puasa Sunnah,

3. Melakukan Sodaqoh,

4. Melakukan keleluasaan di keluarga yaitu menambah belanja termasuk membeli pakaian baru,

5. Melakukan Mandi Sunnah,

6. Melakukan kunjungan pada Alim Ulama yang soleh,

7. Menengok orang yang sedang sakit,

8. Mengusap kepala yatim, peduli dan menampakkan kasih sayang terhadap anak yatim,

9. Memakai celak mata,

10. Menggunting kuku,

11. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali,

12. Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, mudik sama seperti di hari raya”.

Tentang Puasa‘Asyura' Atau Muharram

Puasa ‘Asyura' dan Tasu'a' adalah puasa yang dilakukan tanggal sepuluh dan Sembilan di bulan Muharrom, dalil yang menerangkan hal ini antara lain dari Abi Qotadah bahwa rasulullah bersabda saumu arofah menghapus dosa dua tahun sedangkan soum ‘Asyuro' menghapus dosa setahun sebelumnya.

Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان ، شهر الله المحرم

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” ( HR. Muslim )

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتحرى صيام يوم فضَّلة على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء ، وهذا الشهر – يعني شهر رمضان

“Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Puasa Asyura’ (puasa tanggal 10 Muharram)

Dari Abu Musa Al Asy’ari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كان يوم عاشوراء تعده اليهود عيداً ، قال النبي صلى الله عليه وسلم : « فصوموه أنتم ».

Dulu hari Asyura’ dijadikan orang yahudi sebagai hari raya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasalah kalian.” (HR. Al Bukhari)

Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

سئل عن صوم يوم عاشوراء فقال كفارة سنة

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura’, kemudian beliau menjawab: “Puasa Asyura’ menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

قَدِمَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمَدِينَةَ وَالْيَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ ظَهَرَ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم لأَصْحَابِهِ «أَنْتُمْ أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْهُمْ ، فَصُومُوا».

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Al Bukhari)

Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:

أرسل النبي صلى الله عليه وسلم غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار : ((من أصبح مفطراً فليتم بقية يومه ، ومن أصبح صائماً فليصم)) قالت: فكنا نصومه بعد ونصوّم صبياننا ونجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناه ذاك حتى يكون عند الإفطار

Suatu ketika, di pagi hari Asyuro, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, puasa Asyura’ menjadi puasa sunnah. A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan:

كان يوم عاشوراء تصومه قريش في الجاهلية ،فلما قد المدينة صامه وأمر بصيامه ، فلما فرض رمضان ترك يوم عاشوراء ، فمن شاء صامه ، ومن شاء تركه

Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Didalam Kitab Nihayatuz zain halaman 196

(و) الثَّانِي صَوْم يَوْم (عَاشُورَاء) وَهُوَ عَاشر الْمحرم لِأَنَّهُ صلى الله عَلَيْهِ وَسلم سُئِلَ عَنهُ فَقَالَ يكفر السّنة الْمَاضِيَة وَإِنَّمَا كَانَ صَوْم عَرَفَة بِسنتَيْنِ وعاشوراء بِسنة لِأَن الأول يَوْم نَبينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَالثَّانِي يَوْم غَيره من الْأَنْبِيَاء وَنَبِينَا صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أفضل الْأَنْبِيَاء فَكَانَ يَوْمه بِسنتَيْنِ وَلِأَن المزية لَا تَقْتَضِي الْفَضِيلَة

Dan yang ke dua adalah puasa ‘ASYURO, yaitu hari ke sepuluh bulan Muharrom. Rosululloh SAW. Pernah ditanya perihal itu, dan beliau menjawab: “(puasa ‘asyuro) menjadi kifarat (dosa) satu tahun yang telah lalu”.

Adapun puasa ‘arofah (9 dzulhijjah) mengkifarati (dosa) untuk dua tahun (satu tahun ke belakang dan satu tahun ke depan), sementara puasa ‘asyuro mengkifarati untuk satu tahun kebelakang saja, itu karena puasa ‘arofah adalah hari Nabi kita Muhammad SAW., sementara puasa ‘asyuro adalah hari para Nabi AS. selain Nabi Muhammad SAW. Dimana Nabi kita Muhammad SAW. adalah afdlolul anbiya, (dengan keunggulan itu) maka harinya (‘arofah) sebanding untuk dua tahun. (dan juga kenapa puasa ‘arofah punya nilai lebih daripada puasa ‘asyuro yang notabene puasa ‘asyuro memiliki beberapa kelebihan menyangkut kisah para Nabi) karena kelebihan (pada diri para Nabi) tidak menuntut (berimplikasi) kepada kefadlihan (yang bisa mengalahkan kefadlihan Nabi Muhammad SAW).

Tentang Meluaskan Belanja Pada Keluarga

Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Ubaidah al-‘Askari dalm Kitab al-Mu'jam al-Kabir karangan Imam Thobarani :
:من وسع عياله يوم عاشوراء لم يزل في سعة سائر سنته

Artinya : Barang siapa Meluaskan belanja pada keluarga di hari ‘Asyuro' maka orang tersebut akan mendapatkan keluasan dalam sisa tahun itu.

Tentang Sholat Muharam

Ijazah dari Syaikh Abdul Hanan Maksum

Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri.

Sholatlah 6 rakaat diawal malam tahun baru dengan 3 kali salam, ,setiap rokaat sesudah membaca fatihah membaca ayat kursy 10 x dan surat ihlash dengan bismillahnya 11x , setelah selesai sholat membaca doa ,

سبحان الملك القدوس، سبوح القدوس ربنا ورب الملائكة والروح . . . 23x . .

Menurut Syekh Ahmad Bin Muhammad Attijany. Pada hari pertama bulan muharram dianjurkan membaca

1.fatehah 1x.
2. Sholawat fatih 1x.
3.ayat kursiy 360 x.
Terus berdoa:

( اللهم بامحول الاحوال، حول حالي الى احسن حال ، بحولك وقوتك يا كبير يامتعال ياعزيز يا مفضال ،وصلى الله على سيدنا محمد واله وصحبه وسلم تسليما.)

Pahalanya seperti pahala haji yg mabrur dan sa`i yg masykuur. Dan didijaga dan aman dari مايخاف ويكرهه dalam setahun.

Tentang Menulis Bismillahirrohmanirohim dan Ar-Rohman

Didalam Kitab Hasyiyah Abi Jamroh halaman 10

Bila kalimat bismillahrirohmanirohim (huruf arab) ditulis pada kertas atau kain sebanyak 113 kali dan Arrohman 50 kali pada permulaan bulan Muharam disertai dengan tatacara yang benar kemudian dibawa kemana saja anda pergi. InsyaAllah anda akan terhindar dari sesuatu yang anda benci.

Tentang Puasa Tasu’a (puasa tanggal 9 Muharram)

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau menceritakan:

حين صام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عاشوراء وأمر بصيامه ، قالوا : يا رسول الله ! إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((فإذا كان العام المقبل ، إن شاء الله ، صمنا اليوم التاسع )) . قال : فلم يأت العام المقبل حتى تُوفي رسول الله صلى الله عليه وسلم

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. Kemudian ada sahabat yang berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya hari Asyura adalah hari yang diagungkan orang yahudi dan nasrani. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahun depan, kita akan berpuasa di tanggal sembilan.” Namun, belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah diwafatkan. (HR. Al Bukhari)

Tentang Puasa Tanggal 11 Muharram

Sebagian ulama berpendapat, dianjurkan melaksanakan puasa tanggal 11 Muharram, setelah puasa Asyura’. Pendapat ini berdasarkan hadis:

صوموا يوم عاشوراء وخالفوا فيه اليهود وصوموا قبله يوما أو بعده يوما

“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar).

Hadis ini dihasankan oleh Syaikh Ahmad Syakir. Hadis ini juga dikuatkan hadis lain, yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra dengan lafadz:

صوموا قبله يوماً وبعده يوماً

“Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.”

Dengan menggunakan kata hubung وَ (yang berarti “dan”) sementara hadis sebelumnya menggunakan kata hubung أَوْ (yang artinya “atau”).

Tentang Cerita Bubur Suran

Kitab I’anatuththalibin, juz II halaman 267:

قَوْلُهُ: وَأَخْرَجَ نُوْحًا مِنَ السَّفِيْنَةِ  وَذَلِكَ أَنَّ نُوْحًا - عَلَيْهِ السَّلَامُ - لَمَّا نَزَلَ مِنَ السَّفِيْنَةِ هُوَ وَمَنْ مَعَهُ: شَكَوْا اَلْجُوْعَ، وَقَدْ فَرَغَتْ أَزْوَادُهُمْ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَأْتُوْا بِفَضْلِ أَزْوَادِهِمْ، فَجَاءَ هَذَا بِكَفِّ حِنْطَةٍ، وَهَذَا بِكَفِّ عَدَسٍ، وَهَذَا بِكَفِّ فُوْلٍ، وَهَذَا بِكَفِّ حِمَّصٍ إِلَى أَنْ بَلَغَتْ سَبْعَ حُبُوْبٍ - وَكَانَ يَوْمَ  عَاشُوْرَاءَ - فَسَمَّى نُوْحٌ عَلَيْهَا وَطَبَخَهَا لَهُمْ، فَأَكَلُوْا جَمِيْعًا وَشَبِعُوْا، بِبَرَكَاتِ نُوْحٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ،

Sabda Nabi :  WA AKHRAJA NUUHAAN MINASSAFIINATI. Allah mengeluarkan nabi Nuh dari perahu. Ceritanya : Sesungguhnya Nabi Nuh 'alaihissalam ketika berlabuh dan turun dari kapal,beliau bersama orang-orang yang menyertainya,mereka merasa lapar sedangkan perbekalan mereka sudah habis. Lalu Nabi Nuh memerintahkan pengikutnya untuk mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka.Maka dengan serentak merekapun mengumpulkan sisa-sisa perbekalan mereka, ada yang membawa seraup biji gandum, ada yang membawa biji adas, ada yang membawa biji kacang ful,ada yang membawa biji himmash (kacang putih) , sehingga terkumpul 7 (tujuh) macam biji-bijian. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Asyuro. Selanjutnya Nabi Nuh membaca basmalah pada biji-bijian yang sudah terkumpul lalu beliau memasaknya,setelah matang lalu mereka menyantapnya bersama-sama sehingga kenyang semuanya.

Kitab Nihayatuzzain halaman 196

وَمِمَّا يُعْزَى لِلْحَافِظِ ابْنِ حَجَرٍ فِيْمَا يُطْبَخُ مِنَ الْحُبُوْبِ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ

Diantara keterangan yang dinisbatkan kepada al hafizh Ibnu Hajar tentang biji-bijian yang dimasak pada hari Asyura

فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ سَبْعٌ تُهْتَرَسْ

pada hari Asyura tujuh dijadikan bubur

بُرٌّ وَرُزٌّ ثُمَّ مَاشٌ وَعَدَسْ

padi, gandum, maasy (nama biji-bijian) dan adas

وَحِمَّصٌ وَلُوْبِيَا وَالْفُوْلُ

Kaacang putih, kacang polong dan kacang brul

هَذَا هُوَ الصَّحِيْحُ وَالْمَنْقُوْلُ

ini adalah yang shahih dan yang manqul

Tentang wirid-wirid khusus Asyuro

وَقد ذكر إِمَام الْمُحدثين ابْن حجر الْعَسْقَلَانِي فِي شرح البُخَارِيّ كَلِمَات من قَالَهَا فِي يَوْم عَاشُورَاء لم يمت قلبه وَهِي:

Imamul muhadditsin Ibnu Hajar Al-‘Asqolany dalam syarah Al bukhory mengatakan : “(ada) beberapa kalimat (dzikir) yang barang siapa membacanya pada hari ‘Asyuro, maka hatinya tidak akan mati” kalimat tersebut…

سُبْحَانَ الله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش

SUBHAANALLOH MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.

Maha suci Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.

وَالْحَمْد لله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش

WALHAMDULILLAH MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.

Dan Segala puji bagi Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.

وَالله أكبر ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش

WALLOHU AKBAR MIL-AL MIIZAANI WA MUNTAHAL ‘ILMI WA MABLAGHOR RIDLOO WA ZINATAL ‘ARSYI.

Dan Maha besar Alloh dengan sepenuh timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya ‘arasy.

لَا ملْجأ وَلَا منجا من الله إِلَّا إِلَيْهِ

LAA MALJA-A WALAA MANJAA MINALLOH ILLAA ILAIHI.

Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan dari Alloh kecuali kepadanya.

سُبْحَانَ الله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا

SUBHAANALLOH ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA

Maha suci Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.

وَالْحَمْد لله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا

WALHAMDULILLAH ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA

Dan Segala puji bagi Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.

وَالله أكبر عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا

WALLOHU AKBAR ‘ADADASY SYAF’I WAL WATRI WA ‘ADADA KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI KULLIHAA

Dan Maha besar Alloh dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Alloh yang semuanya sempurna.

أَسأَلك السَّلامَة بِرَحْمَتك يَا أرْحم الرَّاحِمِينَ وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم

AS-ALUKAS SALAAMATA BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM

Aku memohon keselamatan kepadamu dengan rohmatmu, wahai dzat yang pengasih diantara para pengasih!, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali oleh Alloh yang maha tinggi dan agung.

وَصلى الله على سيدنَا مُحَمَّد وعَلى آله وَصَحبه أَجْمَعِينَ وَالْحَمْد لله رب الْعَالمين

WASHOLLALLOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOHBIHII AJMA’IIN WALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN

وَنقل سَيِّدي عَليّ الأَجْهُورِيّ أَن من قَالَ يَوْم عَاشُورَاء سبعين مرّة حسبي الله وَنعم الْوَكِيل نعم الْمولى وَنعم النصير كَفاهُ الله تَعَالَى شَرّ ذَلِك الْعَام

Sayyid ‘Aly Al-Ajhuri menuqil, bahwa orang yang membaca “HASBIYALLOHU WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULAA WANI’MAN NASHIIR” sebanyak 70 kali pada hari ‘asyuro, maka Alloh akan mencegah darinya kejelekan yang ada pada tahun itu.

Demikianlah sedikit dari banyaknya fadhilah dan keutamaan bulan Muharram.

Semoga bermanfaat.

Referensi iambil dari:

  1. Kitab Nihayatuz Zain
  2. Kitab I’anatut Thalibin
  3. Kitab Hayiyah Abi Jamroh
  4. Beberapa Kitab dan Referensi Syamilanu
  5. Kitab Jawahirul Khoms ( cetakan Pondok Pesantren Kwagean )
  6. Kitab Kanzun Naja Wa Surur li Syaikh Abdul Hamid

Artikel dikirim oleh Ustadz R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha