HUJAN KALI INI

Hujan kali ini
Mengingatkan pertemuan terakhir
Di akhir tahun lalu
Hujan kali ini
Mengajak kita mengenang kembali
Saat kita mencecap manisnya gula asmara
Hujan kali ini
Mengulang janji yang pernah terucap
Menjadi mantra keabadian

Biar seperti ini, sayang..
Hujan di pertengahan bulan kali ini
Membasahi romantisme kisah kita
Biar seperti ini, sayang..
Hujan menyemai benih rindu
Hingga saat kita berjumpa kembali

MENAFSIR TAKDIR

Aku menatap malam
Ah, yang kulihat hanya hitam
Tak ada bintang
Tak ada kawan
Aku berjalan sepi
Ah, yang ada hanya bingung
Tak ada tujuan
Aku tertawa tapi batin menjerit
Aku bosan dengan semua ini
Apa mati yang harus menjadi pilihan

Aku bisa kembali membuka mataku
Memperjuangkan sisa hidupku
Mempertahankan setiap tetes darah mengalir dinadiku
Kuperjuangkan sisa hidupku
Biar rapuh tulang ini
Biar tak berdaya raga ini

Tuhan..,
Berikan nyawa dalam raga dan jiwaku
Izinkah aku menatap hari esok
Menafsir takdir hidup yang Kau bukukan

Nina Mazaya, Siswi SMA Al-Muayyad Surakarta, Jl. KH.Samanhudi No 64, Mangkuyudan Surakarta. Aktif di komunitas Thariqat Sastra Sapu Jagad.