|
LAHIRNYA RAHMAT BAGI SEMESTA RAYA |
|
Ditulis oleh kang ifet
|
|
Senin, 08 Februari 2010 16:17 |
Purnama tlah terbit di atas kita, sembunyilah rembulan lain karenanya Tak pernah ku jumpa walau sekali, laksana indahmu, wahai kebahagiaan
Hari Senin, 12 Rabiul Awal 1481 tahun yang lalu, kota Makkah bercahaya kilau kemilau, menyambut lahirnya seorang bayi yang empat puluh tahun kemudian meletakkan dasar tatanan dunia baru. Dunia yang terang benderang. Di mana cahaya Tuhan menerangi setiap jengkal semesta raya, laksana bintang gemintang yang berkerlip indah di pekatnya malam. Laksana purnama yang menenggelamkan gelap dalam ranum cahayanya. Laksana mentari yang mengusir malam ke peraduannya. |
|
Selengkapnya ...
|
|
Depag Kembali Luncurkan Beasiswa Santri untuk tahun 2010 |
|
Ditulis oleh al-muayyad
|
|
Sabtu, 06 Februari 2010 10:38 |
Dalam rangka meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. bermaksud menjaring santri terbaik di kelas III pada Madrasah Aliyah (MA) atau yang sederajat di pondok pesantren untuk mengikuti program pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
Dalam pengumuman yang terdapat pada situs www.pondokpesantren.net, mereka yang berhak dan memenuhi syarat untuk mengikuti beasiswa ini adalah, |
|
Selengkapnya ...
|
|
Setoran Awal Haji Jadi Rp. 25 Juta |
|
Ditulis oleh al-muayyad
|
|
Rabu, 03 Februari 2010 09:51 |
|
Terhitung tahun 2010 ini, setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) naik. Dari yang semula 20 juta rupiah menjadi 25 juta rupiah. Sementara setoran awal untuk haji khusus atau ONH plus, naik dari yang semula 3000 dolar AS menjadi 4000 dolar AS. Demikian ditegaskan Menteri Agama Suryadharma Ali pada sambutannya membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2010 di Jakarta, Senin (1/2). "Ini untuk calon jamaah yang baru mendaftar. Untuk calon jamaah yang sudah membayar setoran awal 20 juta, ya tetap. Tidak perlu menambah setoran awalnya. Bila segala sesuatunya sudah siap, akan mulai diberlakukan pada bulan Maret tahun ini," tegas Menag.
SELENGKAPNYA ... |
|
Dalil / Hukum pandangan islam tentang tato dan menghilangkannya |
|
Ditulis oleh al-muayyad
|
|
Minggu, 31 Januari 2010 23:49 |
|
Mengenai Tato ini, merupakan dosa besar karena Tasyabbuhan bilkuffar (meniru niru adat orang non muslim tanpa manfaat tertentu). dan pula Tato menghalangi kita dari air wudhu atau air Mandi besar, maka tidak sah lah wudhu kita dan mandi junub kita. Maka tak sah pula shalat kita dan seluruh ibadah kita.
Maha Suci Allah swt yg memilihkan kita Syariah yg terlembut dan sempurna, Syariah Muhammad saw. SELENGKAPNYA ... |
|
TATA CARA PELAKSANAAN SHALAT SUNAT LIDAF'IL BALA PADA RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR |
|
Ditulis oleh al-muayyad
|
|
Rabu, 27 Januari 2010 13:49 |
|
Sholat Sunat Lidaf'il Bala Rabu Terakhir bulan Shofar pada tahun ini dilaksanakan pada tanggal 10 Pebruari 2010. dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah dan Istikharah. Pelaksanaan sholat sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52. dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam. Niatnya : Setiap rakaat ba'da fatihah membaca : - Surat al-Kaustar 17 kali, - Surat al-Ikhlash 5 kali, - Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali
|
|
Selengkapnya ...
|
|
Belenggu Penulis (Cerepen Ali Rosyad) |
|
Ditulis oleh Ali Rosyad
|
|
Senin, 25 Januari 2010 22:21 |
Cerpen Ali Rosyad Di sudut ruangan itu Ibrahim terus menorehkan tinta, meramu dan memadukan kata menjadi kalimat yang bernas nan mempesona. Ia menulis cerita tentang negeri yang gemah ripah loh jinawi yang kini sedang dirundung duka nestapa. Negeri mereka terkena bencana yang tak tau kapan berakhirnya. Ibra menceritakan realita hidup masyarakat yang selalu menyandang predikat miskin dan berharap segera akan kaya. Dalam tulisannya penulis tua itu selalu berharap semoga negeri ini segera kembali pada kemakmuran yang selalu dinanti – nanti rakyat. Malam kelam sekelam nasib bangsa ini. Hawa dingin terus menelusup dalam relung-relung tulang belulang, semakin dingin seiring hujan yang mengguyur menyisakan lumpur dan sampah yang mengganggu pemandangan. Malam ini bagai bencana yang tak dapat diduga. Hujan tak mau berhenti membawa limpahan sampah yang masuk rumah-rumah warga. Mereka kalang kabut mengetahui air bah yang datang tanpa terduga sebelumnya. Ibrahim adalah penulis yang terkenal kebenaniannya menyampaikan aspirasi masyarakat lewat tulisan kepada pemerintah yang mengagungkan kekayaan. Menurut Ibra pemerintah selalu menggembar – gemborkan kesejahteraan rakyat, penambahan lapangan pekerjaan dan anti korupsi. Tapi semua tidak ada realisasinya. Lidah tak bertulang. Kaum-kaum pejabat sendirilah yang hidup sejahtera, mendapat pekerjaan enak lau dia sendirilah yang korupsi. Uang-uang rakyat diakuinya untuk memperkaya diri sendiri., Mempercantik kelas di masyarakat dengan membeli barang – barang mewah yang mereka sukai. Tak ada barang yang dia miliki dari toko tradisional. Mereka hanya membeli barang-barang yang berkelas supermarket hingga sampai ke luar negeri yang bernilai jutaan rupiah.
|
|
Selengkapnya ...
|
|
Perempuan Melati (Cerpen Fatimah Wahyu Sundari) |
|
Ditulis oleh Fatimah Wahyu Sundari
|
|
Senin, 25 Januari 2010 22:15 |
|
Cerpen Fatimah Wahyu Sundari Dimuat : SOLOPOS, Minggu 17 Januari 2010 Aku melangkah ragu. Tanganku memegang pintu gerbang Taman Kota yang warna catnya mulai memudar. Di taman kota ini aku berdiri mematung. Meski disebut taman ini bukanlah taman biasa. Taman yang terletak di sebelah barat terminal bus ini mempunyai arti tersendiri buatku.. Taman ini dibuat khusus oleh ayahku sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-7 saat aku masih duduk di bangku SD. Aroma khas taman ini masih kentara. Serasa tenang saat kuhirup aroma wangi melati. Melati merupakan tanaman bunga hias perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Karena hidup menahun maka aku bisa menikmatinya setiap saat. Rumput hijau membentang di seluruh penjuru taman. Daun dari pohon akasia yang berwarna coklat berguguran menghiasi rerumputan itu. Aku berjalan menuju ayunan. Kunikmati alam bawah sadarku saat tanganku mulai mengayunkan tempat yang dulu menjadi mainanku. Aroma melati masih bersarang di hidungku. Tanganku tak sabar untuk segera memetik melati, mencumbui aromanya. Satu persatu kepingan kenangan tertata serupa puzzle, mainan kesukaanku. |
|
Selengkapnya ...
|
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 7 |