|
Rupanya tidak begitu lazim adzan disuarakan di kala ada seorang yang mau berangkat haji. Akhir-akhir ini yang dilakukan oleh calon jamaah haji ialah pamit sana sini, ke semua sesepuh, para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat, kira-kira satu minggu sebelum hari keberangkatan. Bahkan ada yang menyelenggarakan pengajian akbar dengan mendatangkan muballigh/kiai di luar daerah. Maksudnya tidak lain adalah berpamitan dan minta maaf kepada saudara seiman sehubungan akan keberangkatannya pergi ibadah haji. Akan tetapi biasanya orang NU membuat acara demikian: pengantar protokolir, sambutan, doa calon jamaah haji, penutup dan adzan untuk keberangkatan. Selanjutnya ... |
|
Mengangkat Jari Telunjuk Tanpa Digerak-gerakkan |
|

Dalam Shalat, ketika kita duduk tasyahud, tepatnya ketika kita membaca “illallah” atau selain Allah, dalam rangkaian bacaan “Asyhadu an la ilaha illallah” atau saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, kita selalu mengangkat jari telunjuk. Adakah dasar hukumnya? Hikmah apa yang dikandung? Ulama Syafi’iyyah mengajarkan untuk meletakkan kedua tangan di atas paha ketika sedang duduk tasyahud. Sementara jari-jari tangan kanan digenggam, kecuali jari telunjuk. Nah ketika membaca “illallah” jari telunjuk tersebut sunnah diangkat, tanpa digerak-gerakkan. Selanjutnya |
|
|
Sikat Gigi Saat Puasa untuk Hilangkan Bau Mulut, Bolehkah? |
|
Ditulis oleh al-muayyad
|
|
Rabu, 26 Agustus 2009 07:42 |
Jakarta -http://ramadan.detik.com - Bau mulut kerap timbul saat orang berpuasa. Ingin menghilangkan bau mulut dengan berkumur dengan obat kumur bahkan melakukan sikat gigi saat berpuasa, bolehkah?
"Ini masalah perbedaan pendapat. Tapi sebagian ulama berpendapat hal ini (menyikat gigi saat puasa) jatuh pada hukum makruh. Akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, karena pasti ada tetesan (air dan pasta gigi) yang masuk walaupun tak disengaja," ujar Ustad H Ahmad Zaky.
|
|
Selengkapnya ...
|
|
NU: Kuis Premium Call adalah Judi |
Surabaya, NU Online Menang kuis berhadiah tentu menyenangkan. Apalagi menjelang Lebaran. Namun harap hati-hati dengan kuis berhadiah melaui SMS atau SMS Premium Call di televisi selama Ramadhan. NU menetapkan kuis semacam itu adalah judi. "Itu karena harga normal SMS hanya Rp 150, tapi dijual Rp 2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Senin (24/8). Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu. "Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah," katanya. Bahkan, katanya, bila fasilitas premium call itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu 3 menit. Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir. (min) |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |