ja_mageia

Kata Mutiara

Seandainya seseorang mencari kayu bakar dan dipikulnya diatas punggungnya, hal itu lebih baik daripada kalau ia meminta –minta kepada seseorang yang kadang-kadang diberi, kadang kadang ditolak ( Al Hadist).
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Awal Ngaji Cerita-cerita Apakah Engkau Ingin Menanggung Dosaku Hari Ini?
Apakah Engkau Ingin Menanggung Dosaku Hari Ini? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Eko S   
Rabu, 13 Mei 2009 01:17

Setelah matahari condong ke ufuk barat dan malam telah menyelimuti kota Madinah, maka Umar menjauh dari tempat tidurnya dan ia keluar meronda di lorong-lorong kota Madinah. Ketika ia dalam perjalanannya, ia mendengar suara tangis sejumlah anak kecil di sebuah gubuk. Maka ia mendekati gubuk itu dan ia melihat di dalamnya ada seorang wanita tua yang dikelilingi oleh sejumlah anak kecil yang sedang menangis karena lapar, sedang ibunya menunggu sebuah panci di atas tungku. Umar mendekati wanita itu dan berkata, "wahai wanita, mengapa engkau biarkan anak-anak kecil ini menangis?"

          

"Mereka menangis karena lapar," jawab wanita itu.

            "Apa yang engkau masak di atas api ini?" tanya Umar.

            "Aku hanya masak air untuk membohongi mereka agar mereka tertidur," jawab wanita itu.

            Mendengar ucapan wanita seperti itu, maka Umar menangis. Kemudian ia pergi ke gudang tempat penyimpanan harta sedekah dan mengambil sekarung tepung, minyak samin, buah kurma, pakaian dan sejumlah uang, semua diletakkan di sebuah keranjang, kemudian ia menyuruh Aslam untuk menaikkan keranjang itu di atas punggung Umar. Tetapi Aslam berkata, "wahai Amirul Mu'minin, biarkan aku yang memikulnya."

            "Biarkan aku memikulnya, wahai Aslam, apakah engkau mau menanggung dosaku di hari kiamat kelak?" jawab Umar.

            Maka Umar memikulnya sampai tiba di wanita itu. Kemudian ia membuatkan mereka bubur gandum dengan tangannya sendiri dan terlihat asap mengepul di atas janggutnya. Setelah bubur gandum masak, maka ia menuangkannya di atas piring dan mempersilakan wanita itu dan anak-anaknya untuk makan hingga kenyang. Kemudian ia keluar dengan perasaan puas karena telah mendengar anak-anak kecil tersebut tertawa. Ia berkata kepada Aslam, "wahai Aslam, tahukah engkau mengapa aku tertawa?"

            "Aku tidak tahu," jawab Aslam.

            "Tadi aku lihat anak-anak kecilitu menangis dan aku tidak ingin meninggalkan mereka sedang mereka masih lapar. Setelah mereka kenyang dan mereka tertawa, maka hatiku merasa puas karenanya," kata Umar.

Cek: Kemuliaan 'Umar Ibn Khaththab Ra

           

 

Donatur Khataman

Pondok Pesantren Al Muayyad : Jl KH Samanhudi 64 Solo Indonesia Telpon 0271-714821 SMS 08574 206 7000
NamaAlamat Jml ( Rp.)
NamaAlamat Rp.0
NamaAlamat Rp.0
NamaAlamat Rp.0
BASIRUN, SAg BCA 037 275 3909 Konfirmasi Pengiriman via SMS 08574 206 7000 atau email almuayyad.solo@gmail.com

Saling Sapa

Login Form



Poling

Fitur situs ini yang paling bermanfaat bagi anda dan sering anda gunakan
 

Dukungan

: Al-Muayyad
: Keuangan
: SMA
: MA
: SMP
: Kopontren

Online

Kami memiliki 5 Tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini135
mod_vvisit_counterKemarin161
mod_vvisit_counterMinggu ini650
mod_vvisit_counterBulan ini2029
mod_vvisit_counterTotal35252

Facebook