ja_mageia

Kata Mutiara

Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.

Nabi Muhammad SAW

  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Awal Ngaji Cerita-cerita
kisah
Kisah atau cerita yang bisa dijadikan tauladan.

Belajar Dari Mbah Darmo dan Mbok Jum’iah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh al-muayyad   
Sabtu, 13 Februari 2010 11:01

Kang Sodrun masih belum terpejam meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB Kamis malam Jum’at. Meski sudah delapan jam dirinya sudah berada di rumah namun pikirannya masih melekat kuat di tempat kerjanya. Sebuah pertemuan singkat dengan Mbah Darmo dan Mbok Jumi’ah siang tadi di kantornya meninggalkan bekas yang sangat lekat di hatinya.

Kebetulan seharian tadi tak banyak pekerjaan yang mesti ia selesaikan. Waktu senggang itu ia gunakan untuk main ke ruang sebelah di bagian pelayanan jemaah haji. Kebetulan ada dua calon jemaah haji yang sedang mendaftar. Mbah Darmo dan Mbok Jumi’ah namanya. Penampilan kedua tamu itu menarik perhatiannya. Penampilan orang desa yang jauh dari wah apalagi mewah. Siapapun bisa menebak kalau pasangan tua itu bukan orang berduit.

Iseng-iseng Kang Sodrun mengajak dua orang itu berbincang.

Selengkapnya ...
 
LAHIRNYA RAHMAT BAGI SEMESTA RAYA
Ditulis oleh kang ifet   
Senin, 08 Februari 2010 16:17
bulanPurnama tlah terbit di atas kita, 
sembunyilah rembulan lain karenanya
Tak pernah ku jumpa walau sekali,
laksana indahmu, wahai kebahagiaan


Hari Senin, 12 Rabiul Awal 1481 tahun yang lalu, kota Makkah bercahaya kilau kemilau, menyambut lahirnya seorang bayi yang empat puluh tahun kemudian meletakkan dasar tatanan dunia baru. Dunia yang terang benderang. Di mana cahaya Tuhan menerangi setiap jengkal semesta raya, laksana bintang gemintang yang berkerlip indah di pekatnya malam. Laksana purnama yang menenggelamkan gelap dalam ranum cahayanya. Laksana mentari yang mengusir malam ke peraduannya.
Selengkapnya ...
 
Mukjizat Nabi Muhammad saw
Ditulis oleh Eko   
Sabtu, 28 November 2009 00:00

Tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Nabi saw. secara persisi sama atau bahkan lebih hebat. Umar bin Sawad mengatakan bahwa Imam Syafi’i rahimahullah berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada para nabi maka hal itu pun diberikan kepada Nabi Muhammad saw.” Ia berkata, “Isa as. diberi mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati.” Syafi’i berkata, “Muhammad saw. diberi mukjizat berupa rintihan batang pohon kurma yang beliau selalu berkhutbah sambil bersandar kepadanya sebelum disiapkan sebuah mimbar. Setelah memiliki mimbar, merintihlah batang kurma hingga suaranya terdengar. Rintihan ini lebih besar daripada mukjizat Isa as.” Mukjizat para nabi yang terdahulu bersifat temporal dan konkret. Mukjizat itu bisa dilihat dengan mata oleh orang yang menyaksikannya.

Jika mukjizat itu lenyap, lenyap pula dari penglihatan. Nabi Muhammad saw. diberi mukjizat seperti ini dan hal-hal luar biasa yang banyak jumlahnya. Di antara pemberian itu terbelahnya bulan, ditahannya pergerakan matahari, terpancarnya air dari sela-sela jarinya, jumlah makanan menjadi banyak, terpancarnya air, pohon yang berbicara, batang yang merintih, batu-batu dan hewan yang memberi salam, menyembuhkan orang yang sakit, dikabulkannya doa, memberikan kesegaran kepada pasukan dengan air yang sedikit, dan mukjizat lainnya yang jumlahnya banyak. Cerita tentang sebagian mukjizat itu sampai kepada kita secara qath’i, dan saya, insya Allah sebentar lagi, akan menceritakan salah satunya, yaitu terbelahnya bulan. Mukjizat-mukjizat ini sama dengan mukjizat para nabi lainnya, yaitu bersifat temporer, walaupun Rasulullah saw. berbeda dengan nabi yang lain dalam hal banyaknya mukjizat beliau. Tapi, pengaruh mukjizat ini telah hilang setelah Nabi saw. wafat atau setelah disaksikan orang. Mukjizat itu hanya diterima oleh orang yang beriman dan merasa yakin, sehingga keimanannya menjadi bertambah. Namun, mukjizat yang hanya dimiliki oleh Rasulullah saw. dan tidak dimiliki oleh nabi-nabi sebelumnya, adalah mukjizat yang abadi selama manusia hidup di dunia. Yakni, Al-Qur’an Al-Karim yang tidak pernah kering mata airnya, tidak akan pernah hilang keajaibannya, dan tidak akan pernah habis manfaatnya.

Al-Qur’an ini dipelihara oleh pemeliharaan Allah dari perubahan, penggantian, dan pemalsuan, baik yang ada dalam dada manusia maupun yang ada dalam bentuk tulisan-tulisan. Al-Qur’an mengandung obat dan penyembuh, pelajaran dan hukum-hukum, kisah-kisah orang-orang sebelum kita, dan menggambarkan keadaan orang-orang setelah kita. Al-Qur’an merupakan tali Allah yang sangat kuat. Siapa pun yang beriman dan mengikutinya, maka dia beroleh petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkan dan melepaskan diri darinya, maka dia sesat dan binasa, merugi dan gagal. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih dengan lafal Muslim) Sumber: Keagungan Nabi Muhammad saw.

 
Umat Nabi saw. Diberi Keistimewaan dengan Adanya Shalat Isya
Ditulis oleh Eko   
Kamis, 26 November 2009 20:28

 

Salah satu keistimewaan yang diberikan kepada umat ini dan tidak diberikan kepada umat lainnya adalah bahwa Allah SWT mewajibkan shalat isya kepada umat ini.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. berkata pada suatu malam, mereka berdiam untuk menunggu Rasulullah saw. guna melaksanakan shalat isya akhir. Ketika sepertiga malam telah berlalu, kami tidak tahu apakah ada kesibukan di rumahnya ataukah karena hal lain, barulah beliau muncul. Pada saat muncul, beliau bersabda,

Selengkapnya ...
 
Apakah Engkau Ingin Menanggung Dosaku Hari Ini? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Eko S   
Rabu, 13 Mei 2009 01:17

Setelah matahari condong ke ufuk barat dan malam telah menyelimuti kota Madinah, maka Umar menjauh dari tempat tidurnya dan ia keluar meronda di lorong-lorong kota Madinah. Ketika ia dalam perjalanannya, ia mendengar suara tangis sejumlah anak kecil di sebuah gubuk. Maka ia mendekati gubuk itu dan ia melihat di dalamnya ada seorang wanita tua yang dikelilingi oleh sejumlah anak kecil yang sedang menangis karena lapar, sedang ibunya menunggu sebuah panci di atas tungku. Umar mendekati wanita itu dan berkata, "wahai wanita, mengapa engkau biarkan anak-anak kecil ini menangis?"

          

Selengkapnya ...
 
Halaman 1 dari 2

Donatur Khataman

Pondok Pesantren Al Muayyad : Jl KH Samanhudi 64 Solo Indonesia Telpon 0271-714821 SMS 08574 206 7000
NamaAlamat Jml ( Rp.)
NamaAlamat Rp.0
NamaAlamat Rp.0
NamaAlamat Rp.0
BASIRUN, SAg BCA 037 275 3909 Konfirmasi Pengiriman via SMS 08574 206 7000 atau email almuayyad.solo@gmail.com

Saling Sapa

Login Form



Poling

Fitur situs ini yang paling bermanfaat bagi anda dan sering anda gunakan
 

Dukungan

: Al-Muayyad
: Keuangan
: SMA
: MA
: SMP
: Kopontren

Online

Kami memiliki 2 Tamu online

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini23
mod_vvisit_counterKemarin189
mod_vvisit_counterMinggu ini727
mod_vvisit_counterBulan ini2106
mod_vvisit_counterTotal35329

Facebook