Pendaftaran
Dukungan

W A    : 0898 999 6464
Telegram : Al-Muayyad
Pin BB     : 7604FADA
IMO        : Al-Muayyad
Line        : Al-Muayyad
IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 78 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini178
mod_vvisit_counterKemarin2021
mod_vvisit_counterMinggu ini2199
mod_vvisit_counterBulan ini47930
mod_vvisit_counterTotal1562779
Facebook
Awal

Kunjungan Farah Anwar Pandith, Special Representative to Muslim Communities United States of America Government.

 
Farah Anwar Pandith diangkat sebagai Perwakilan Khusus Masyarakat Muslim pada Juni 2009. Kantornya yang bertanggung jawab untuk melaksanakan visi Sekretaris Clinton untuk keterlibatan dengan umat Islam di seluruh dunia pada orang-ke-orang dan tingkat organisasi. Dia melapor langsung kepada Menteri Luar Negeri.

 

Sebelum perjanjian ini, ia adalah Penasehat Senior Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Eropa dan Eurasia. Dalam peran ini ia terfokus pada komunitas Muslim di Eropa di mana dia bertanggung jawab atas pengawasan kebijakan untuk integrasi, demokrasi, dan Islam di Biro Urusan Eropa dan Eurasia. Dia juga bekerja pada isu-isu yang berkaitan dengan kekerasan melawan ekstremisme Islam.


Sebelum bergabung dengan Departemen Luar Negeri, ia menjabat sebagai Direktur Regional Timur Tengah Inisiatif untuk Dewan Keamanan Nasional. Dia bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kebijakan AS di "Dunia Islam" Jangkauan dan Timur Tengah yang lebih luas Afrika Utara inisiatif. Dia melaporkan langsung kepada Asisten Deputi Presiden dan Wakil National Security Advisor for Global Demokrasi Musik. Wakil Khusus Pandith bertugas di staf Dewan Keamanan Nasional dari Desember 2004 sampai Februari 2007.

Untuk lebih detil profil beliau bisa buka tautan ini.

Untuk foto yang lebih banyak, silahkan kunjungi galeri Picasa Al-Muayyad.

 

   

 

 

Tawassul Apakah Bukan Termasuk Syirik?

 

Seorang pembaca NU Online menanyakan fasal tentang tawassul atau mendoakan melalui perantara orang yang sudah meninggal. "Apakah bertawasul/berdo'a dengan perantaraan orang yang sudah mati hukumnya haram atau termasuk syirik karena sudah meminta kepada sang mati (lewat perantaraan)? Saya gelisah, karena amalan ini banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Apalagi dilakukan sebelum bulan Ramadhan dengan mengunjungi makam-makam wali dan lain-lain sehingga untuk mendo'akan orang tua kita yang sudah meninggal pun seakan terlupakan," katanya.

Perlu kami jelaskan kembali bahwa tawassul secara bahasa artinya perantara dan mendekatkan diri. Disebutkan dalam firman Allah SWT:

يآأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, " (Al-Maidah:35).

SELANJUTNYA... 

 

Mukjizat Nabi Muhammad saw

Tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Nabi saw. secara persisi sama atau bahkan lebih hebat. Umar bin Sawad mengatakan bahwa Imam Syafi’i rahimahullah berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada para nabi maka hal itu pun diberikan kepada Nabi Muhammad saw.” Ia berkata, “Isa as. diberi mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati.” Syafi’i berkata, “Muhammad saw. diberi mukjizat berupa rintihan batang pohon kurma yang beliau selalu berkhutbah sambil bersandar kepadanya sebelum disiapkan sebuah mimbar. Setelah memiliki mimbar, merintihlah batang kurma hingga suaranya terdengar. Rintihan ini lebih besar daripada mukjizat Isa as.” Mukjizat para nabi yang terdahulu bersifat temporal dan konkret. Mukjizat itu bisa dilihat dengan mata oleh orang yang menyaksikannya.

Jika mukjizat itu lenyap, lenyap pula dari penglihatan. Nabi Muhammad saw. diberi mukjizat seperti ini dan hal-hal luar biasa yang banyak jumlahnya. Di antara pemberian itu terbelahnya bulan, ditahannya pergerakan matahari, terpancarnya air dari sela-sela jarinya, jumlah makanan menjadi banyak, terpancarnya air, pohon yang berbicara, batang yang merintih, batu-batu dan hewan yang memberi salam, menyembuhkan orang yang sakit, dikabulkannya doa, memberikan kesegaran kepada pasukan dengan air yang sedikit, dan mukjizat lainnya yang jumlahnya banyak. Cerita tentang sebagian mukjizat itu sampai kepada kita secara qath’i, dan saya, insya Allah sebentar lagi, akan menceritakan salah satunya, yaitu terbelahnya bulan. Mukjizat-mukjizat ini sama dengan mukjizat para nabi lainnya, yaitu bersifat temporer, walaupun Rasulullah saw. berbeda dengan nabi yang lain dalam hal banyaknya mukjizat beliau. Tapi, pengaruh mukjizat ini telah hilang setelah Nabi saw. wafat atau setelah disaksikan orang. Mukjizat itu hanya diterima oleh orang yang beriman dan merasa yakin, sehingga keimanannya menjadi bertambah. Namun, mukjizat yang hanya dimiliki oleh Rasulullah saw. dan tidak dimiliki oleh nabi-nabi sebelumnya, adalah mukjizat yang abadi selama manusia hidup di dunia. Yakni, Al-Qur’an Al-Karim yang tidak pernah kering mata airnya, tidak akan pernah hilang keajaibannya, dan tidak akan pernah habis manfaatnya.

Al-Qur’an ini dipelihara oleh pemeliharaan Allah dari perubahan, penggantian, dan pemalsuan, baik yang ada dalam dada manusia maupun yang ada dalam bentuk tulisan-tulisan. Al-Qur’an mengandung obat dan penyembuh, pelajaran dan hukum-hukum, kisah-kisah orang-orang sebelum kita, dan menggambarkan keadaan orang-orang setelah kita. Al-Qur’an merupakan tali Allah yang sangat kuat. Siapa pun yang beriman dan mengikutinya, maka dia beroleh petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkan dan melepaskan diri darinya, maka dia sesat dan binasa, merugi dan gagal. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih dengan lafal Muslim) Sumber: Keagungan Nabi Muhammad saw.

 

Umat Nabi saw. Diberi Keistimewaan dengan Adanya Shalat Isya

 

Salah satu keistimewaan yang diberikan kepada umat ini dan tidak diberikan kepada umat lainnya adalah bahwa Allah SWT mewajibkan shalat isya kepada umat ini.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. berkata pada suatu malam, mereka berdiam untuk menunggu Rasulullah saw. guna melaksanakan shalat isya akhir. Ketika sepertiga malam telah berlalu, kami tidak tahu apakah ada kesibukan di rumahnya ataukah karena hal lain, barulah beliau muncul. Pada saat muncul, beliau bersabda,

Selengkapnya ...

 

Limbah Hewan Qurban Bisa Diolah Jadi Pupuk

Kulon Progo, NU Online
Warga diimbau tidak membuang limbah hewan qurban berupa kotoran dan isi perut sembarangan karena mencemari sumber air tanah. Limbah sebaiknya diolah menjadi pupuk tanaman yang berguna bagi para petani.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulon Progo, Endang Purwaningrum mengatakan isi perut dan kotoran hewan qurban mengandung banyak bakteri berbahaya, seperti E.Coli, yang bisa menyebabkan penyakit diare. Apabila limbah ini dibuang sembarangan ke sungai atau aliran air, maka bisa mencemari sumur-sumur di sekitarnya.

SELANJUTNYA...

 

Puasa Tarwiyah dan Arafah

 

PUASA ARAFAH adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.

Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

SELANJUTNYA... 

 

Nabi Saw. merupakan Orang yang Lebih Utama

Allah Ta’ala menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai orang yang paling utama bagi para nabi terdahulu daripada umat-umatnya. Allah telah menjadikannya sebagai orang yang paling dekat dengan orang-orang yang beriman daripada dengan diri mereka sendiri. Allah juga menjadikan istri-istri Nabi saw. sebagai ibu-ibu mereka. Karena itu allah mengharamkan menikahi istri-istri nabi saw. setelah beliau wafat. Sebab, mereka merupakan istri-istri Nabi saw. baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman,

            “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka....” (al-ahzab:6)

            “Dan tidak boleh kamu menyakitinya (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selamanya sesudah ia wafat, sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.” (al-ahzab:53)

Selengkapnya ...

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL