Dukungan

W A    : 0898 999 6464
Telegram : Al-Muayyad
Pin BB     : 7604FADA
IMO        : Al-Muayyad
Line        : Al-Muayyad
IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 102 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1216
mod_vvisit_counterKemarin2128
mod_vvisit_counterMinggu ini1216
mod_vvisit_counterBulan ini42041
mod_vvisit_counterTotal1214368
Facebook
Awal

Keutamaan Bulan Sya’ban

Sya'ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi'ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Karena bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan, karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan.

Karena letaknya yang mendekati bulan Ramadhan, bulan Sya’ban memiliki berbagai hal yang dapat memperkuat keimanan. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Allah SWT karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan.

Selengkapnya ...

 

Nishfu Sya'ban

BULAN SYA'BAN (bulan kedelapan dalam sistem penanggalan Hijriyah) adalah bulan yang penuh keutamaan namun sering dilupakan umat Islam karena bulan ini diapit oleh dua bulan utama. Pertama, bulan Rajab yang teristimewa karena pada bulan ini terjadi peristiwa besar Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan kemudian mulailah ada kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Kedua bulan Ramadhan, saat kaum muslimin diwajibkan menjalankan puasa sebulan suntuk dan saat pahala kebaikan dilipatgandakan.

Sedianya bulan Sya’ban tidak dilupakan karena setelah mendapatkan banyak pelajaran tentang Isra’ Mi’raj dan setelah membenahi shalat kita pada akhir bulan Rajab, maka pada bulan Sya’ban saatnyalah mempersiapkan diri untuk memasuki bulan Ramadhan.

Selengkapnya ...

 

Anda ingin mendapatkan gambaran yang utuh tentang
SMA AL-MUAYYAD, silahkan kunjungi website SMA AL-MUAYYAD dengan meng-klik
tautan di bawah ini....

website SMA 

www.sma-almuayyad.com 


 

Susunan Bacaan Tahlil

Tahlil atau tahlilan sudah menjadi tradisi kaum muslimin di Indonesia, utamanya warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penganut paham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) sebagai upaya bertawashul kepada Allah SWT untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia atau ahli kubur pada umumnya,

Tahlil secara lughat berarti bacaan لاإله إلاالله (Lailaha illallah) seperti halnya Tasbih berarti bacaan سبحان الله (Subhanallah), Tahmid bacaan الحمد لله (Alhamdulillah) dan lain sebagainya.

Selanjutnya

 

1 Ramadhan Diperkirakan 22 Agustus

Medan, NU Online

Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Provinsi Sumatera Utara memperkirakan 1 Ramadhan 1430 Hijriah jatuh pada 22 Agustus mendatang, meski masih perlu dipastikan lagi dengan rukyat.

"Untuk memastikan perhitungan (hisab) akan dilakukan upaya melihat bulan (rukyat) dengan teropong akhir Sya`ban ini," kata Kakanwil Departemen Agama Sumut, H Syariful Mahya Bandar, seusai melaporkan hasil hisab BHR kepada Gubernur Sumut, H Syamsul Arifin di Medan, Rabu.

Selengkapnya ...

 

Gus Sholah: Tak Perlu Khawatir, Flu Babi Flu Biasa

Jombang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meminta kalangan pesantren tidak terlalu khawatir dengan virus flu babi atau H1N1. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para ahli, virus ini tidak terlalu berbahaya, berbeda dengan virus flu burung atau H5N1.

Hal ini disampaikannya kepada NU Online terkait penyebaran virus ini ke beberapa pesantren. Di Pesantren Tebuireng sendiri dilaporkan ada lima santri yang positif flu babi.

Selengkapnya ...

 

Parade Hadrah

70 Kelompok Rebana meriahkan parade

By aniexwatya on 20 Juli 2009 | 20:23

Solo (Espos)–Sedikitnya 70 kelompok rebana dari wilayah Soloraya mengikuti Parade Rebana yang digelar Senin (20/7) sore, dengan rute Mesjid Al Wustho Mangkunegaran lewat Jl Slamet Riyadi ke Kompleks Balaikota Solo.

Parade itu digelar untuk mengawali acara pengajian memperingati Isra Mikraj 2009 di Pendapi Gede Balaikota, Senin malam. Pengajian itu diisi oleh KH Abdul Karim Ahmad dan Ustad Habib Novel Al Idrus.

Pantauan Espos, parade diberangkatkan oleh Walikota Solo, Joko Widodo, sekitar pukul 15.30 WIB, diawali dengan kelompok pembawa bendera Jamuro. Setelah itu, mengikuti di belakangnya adalah tiga buah kereta kencana yang mengangkut tamu kehormatan dan panitia. Baru kemudian, dilanjutkan dengan kelompok rebana dengan berbagai alunan nada musik dan lagu tentang kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Di sepanjang rute yang dilalui, mulai dari Mesjid Al Wustho Mangkunegaran ke selatan, lalu ke timur melalui Jl Slamet Riyadi, dilanjut Jl Jend Sudirman dan berakhir di halaman Kompleks Balaikota Solo, tampak warga berkerumun untuk menonton. Tampak pula beberapa wisatawan asing yang penasaran ikut menonton.

Salah seorang panitia, HM Idris Sofawi, ditemui seusai parade di Balaikota, mengungkapkan, parade itu diselenggarakan oleh gabungan kelompok pengajian di Soloraya. “Ini merupakan acara perdana, karena itu mungkin kemasannya belum begitu bagus dan sistematis. Tapi kami berencana menyelenggarakan acara ini setiap tahun dengan kemasan yang lebih menarik,” ujar Idris.

Selain memperingati Isra Mikraj, Idris mengatakan, melalui parade rebana itu pihaknya juga ingin lebih memperkenalkan dan mengembangkan musik rebana. Sebab, biar bagaimanapun rebana merupakan bagian dari budaya Indonesia.

shs


 

 

 Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi tautan ini.

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL