Dukungan

W A    : 0898 999 6464
Telegram : Al-Muayyad
Pin BB     : 7604FADA
IMO        : Al-Muayyad
Line        : Al-Muayyad
IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 54 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1210
mod_vvisit_counterKemarin2128
mod_vvisit_counterMinggu ini1210
mod_vvisit_counterBulan ini42035
mod_vvisit_counterTotal1214362
Facebook
Awal

Ulama Ahli Falaq Makin Langka

Medan, NU Online
Ahli "ilmu falaq" atau pengetahuan yang berfungsi untuk menghitung waktu dari pergerakan bulan dan bintang semakin langka di Sumatera Utara (Sumut).

"Seingat saya, hanya tinggal tiga orang (yang menguasai ilmu falaq di Sumut)," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Prof Dr H. Abdullah Syah, MA di Medan, Kamis (3/9).

Selanjutnya 

 

Striker Sevilla FC: Puasa Membuatku Makin Kuat

Salah satu pemain sepak bola di La liga (Spanyol) dari klub Sevilla FC kelahiran Prancis, Frederic Kanoute, berjanji akan tetap menjalani puasa Ramadan saat hari pertandingan. Mantan striker Tottenham Hotspur itu berjanji akan tetap berpuasa saat Sevilla menghadapi tuan rumah Valencia di laga pembuka La Liga musim ini, Ahad (30/8).

"Puasa Ramadan membuatku menjadi semakin kuat. Saya berusaha menghormati keyakinanku dan menjalankan ibadah sebisa mungkin. Terkadang memang sangat sulit melakukan puasa Ramadan ketika cuaca di Selatan Spanyol sangat panas sekali. Tetapi saya mampu melakukannya. Alhamdulillah," ujar striker Sevilla FC ini.

Selanjutnya ... 

 

Dua Ulama Khos Telah Berpulang

Jepara, NU Online
Dalam sehari, Jum'at 7 Ramadhan 1430 H yang bertepatan dengan 28 Agustus 2009 M. Warga Nahdlyiin kehilangan dua orang ulama kharismatis sekaligus. Seorang ulama khos Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah asal Menganti, Bugel, Jepara, Jawa tengah, yang akrab disapa Mbah Shobib, dipanggil ke hadirat Allah SWT.

Sementara itu, pada hari ini pula, seorang ulama kharismatis, KH Ma'ruf Zubair, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Ma'hadul Ulumus Syar'i, juga berpulang ke hadirat Allah SWT. Sarang Rembang, adik kandung dari tokoh ulama KH. Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang.

Selengkapnya ...

 

Sikat Gigi Saat Puasa untuk Hilangkan Bau Mulut, Bolehkah?

Jakarta -http://ramadan.detik.com - Bau mulut kerap timbul saat orang berpuasa. Ingin menghilangkan bau mulut dengan berkumur dengan obat kumur bahkan melakukan sikat gigi saat berpuasa, bolehkah?

"Ini masalah perbedaan pendapat. Tapi sebagian ulama berpendapat hal ini (menyikat gigi saat puasa) jatuh pada hukum makruh. Akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, karena pasti ada tetesan (air dan pasta gigi) yang masuk walaupun tak disengaja," ujar Ustad H Ahmad Zaky.

Selengkapnya ...

 

NU: Kuis Premium Call adalah Judi

Surabaya, NU Online
Menang kuis berhadiah tentu menyenangkan. Apalagi menjelang Lebaran. Namun harap hati-hati dengan kuis berhadiah melaui SMS atau SMS Premium Call di televisi selama Ramadhan. NU menetapkan kuis semacam itu adalah judi.

"Itu karena harga normal SMS hanya Rp 150, tapi dijual Rp 2.000, lalu kelebihannya dijadikan hadiah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Senin (24/8).

Menurut pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya itu, hadiah yang menggiurkan seperti mobil atau haji membuat banyak orang yang tertarik dengan keberuntungan itu.

"Cara seperti itu merupakan judi, karena ada unsur untung-untungan dan ada unsur tipuan, karena pengelola SMS itu pasti untung lebih besar lagi hingga miliaran rupiah," katanya.

Bahkan, katanya, bila fasilitas premium call itu digunakan menjawab kuis, maka ada uang yang masuk ke penyelenggara kuis, karena untuk menjawab kuis dibutuhkan waktu 3 menit. Ia menilai televisi selama Ramadhan merupakan media massa yang patut disikapi secara hati-hati, karena bila tidak mampu menahan diri, akan membuat orang yang berpuasa tidak berzikir. (min)
 

Miftakhul Akhyar: Batasi Menonton Televisi

HIKMAH RAMADHAN

 Surabaya, NU Online
Umat Islam diharapkan membatasi diri untuk tidak menonton televisi secara berlebihan di bulan Ramadhan. Masyarakat hendaknya dapat memilih tayangan-tanyangan yang menambah wawasan keilmuan daripada hiburan semata.

Demikian dinyatakan Pengasuh Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya, KH Miftakhul Akhyar, di Surabaya, Senin (24/8). Menurutnya, cara menonton televisi dengan tahu batas itu merupakan hal yang penting, mengingat Ramadhan merupakan bulan 'obral' pahala dari Allah SWT.

"Kalau kita seharian tidak tidur dan hanya nonton televisi, maka kita mungkin akan tergolong orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa, kecuali lapar dan haus. Padahal kita harus tetap menggunakan waktu untuk bekerja dan beribadah, termasuk membaca Al Quran," terang Miftakhul Akhyar.

Lebih lanjut, Miftakhul Akhyar menjelaskan, Jika orang yang berpuasa hanya menonton televisi terus, maka akan rugi besar. padahal pahala benar-benar dicurahkan Allah SWT selama Ramadhan. Misalnya ibadah wajib dihitung hingga 70 kali lipat, sedangkan ibadah sudah dihitung sebagai ibadah wajib.

"Orang yang berpuasa dengan mengendalikan diri dalam keseharian merupakan kelompok minoritas, karena mayoritas orang yang berpuasa justru hanya mendapatkan lapar dan haus. Jadi, berpuasa dengan menjadi kelompok minoritas justru bagus, sebab puasanya membuahkan hasil," jelasnya. (min)

 Sumber : NU Online

 

Niat dalam Puasa Ramadhan

HIKMAH RAMADHAN
 
Segala sesuatu yang berhubungan dengan niat, selalu ada dalam hati. Atau selalu dengan hati. Sama sekali tidak dengan lisan. Oleh sebab itu, melafadzkan atau mengucapkan niat tidaklah wajib hukumnya. Namun demikian, tidak pula suatu bid’ah yang dosa dan sesat, meskipun hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Pengucapan niat pada hakikatnya dimaksudkan untuk memasukkan isi lafadz niat tersebut ke dalam hati yang oleh sebab itu menurut suatu mazhab dipandang sunnah  hukumnya, lantaran diyakini akan menjadi pendorong tercapainya suatu yang wajib. Hanya satu yang perlu diperhatikan yakni bahwa wajibnya sebuah niat, tidak akan pernah terpenuhi hanya dengan ucapan lisan, tanpa ada dalam hati.

Selengkapnya ...

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL