Dukungan

W A : 0898 999 6464

Telegram : Al-Muayyad
YouTube: Ayyada TV

IG : almuayyad_solo

Twitter: almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 138 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2465
mod_vvisit_counterKemarin5502
mod_vvisit_counterMinggu ini7967
mod_vvisit_counterBulan ini83545
mod_vvisit_counterTotal7573628
Facebook
Awal

Masjid Joglo Ponpes Al Muayyad Windan Jadi Simbol Keberagaman

Peresmian Masjid Joglo di Ponpes Mahasiswa Al-Muayyad Windan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (17/3/2022).

 

 

 

Pendaftaran Gelombang 1

Selamat Datang

Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta Tahun Ajar 2022/2023 Gelombang I

Untuk Informasi lebih lanjut, bisa klik: almuayyad.id

 

HUKUM MENCIUM MUSHAF*

*

*يستحب تقبيل المصحف لأن عكرمة بن أبي جهل رضي الله عنه كان يفعله وبالقياس على تقبيل الحجر الاسود ذكره بعضهم ولأنه هديه من الله تعالى فشرع تقبيله كما يستحب تقبيل الولد الصغير*


Disunahkan mencium mushaf karena sahabat ‘Ikrimah Bin Abu Jahal ra melakukannya dan dengan diqiyaskan pada mencium Hajar Aswad dan karena mushaf adalah sumber hidayah dari Allah maka disyariatkan menciumnya seperti kesunahan mencium anak kecil.

Selengkapnya ...

 

RUMUS MENCARI ISTRI ALA BAPAK MATEMATIKA

Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama.

SIAPA yang tak kenal dengan Kharizmi? Ilmuan Penemu angka nol ini sangat terkenal di kalangan masyarakat. Ia bernama lengkap Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Ia lahir di Khawārizm (Khiva, Uzbekistan) sekitar tahun 780. Karenanya ia dikenal sebagai Al Khawarizmi.

Selengkapnya ...

 

FADHILAH MEMPERBANYAK SOLAWAT SAAT MAKAN NASI

Memperbanyak membaca Solawat ketika makan Nasi memiliki keutamaan yang besar. Al Imam Jalaluddin As Suyuti didalam Kitabnya Al Hawi lil Fatawi juz 2 hal 41 mengatakan :

*يستحب إكثار الصلاة على النبي عند أكل الأرز لأنه كان جوهرا في الجنة أودع الله فيه نور محمد صلى الله عليه وسلم فلما خرج منه النور تفتت فصار حبا*

 

Dianjurkan memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika memakan beras (nasi) karena beras dulunya adalah permata di syurga yang Allah titipkan Nur Muhammad shollallohu alaihi wasallam di dalamnya. Ketika Nur itu keluar darinya, permata tersebut hancur menjadi biji (beras).

Selengkapnya ...

 

ADAB MURID DENGAN GURU & GURU DENGAN MURID ( "MENURUT ULAMA" & REALITASNYA DI ERA MILINEAL )

Banyak sekali kisah bagaimana kaum muslimin sangat dianjurkan mengedepankan adab dalam menuntut ilmu, dan keberkahan adab mampu membangun karakter kepribadian yang Sholih.


Para ulama pun selalu mengingatkan akan pentingnya dan utamanya kisah ADAB.

Berikut pendapat para Ulama :

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al Maliki, berkata :

“Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati ustadznya, meskipun ustadz tersebut adalah temannya sendiri.”

Al Imam an Nawawi, berkata :

“Seyogyanya bagi seorang pelajar tawadhu kepada gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun gurunya tersebut lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) keshalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadhu, niscaya ilmu akan ia dapatkan.”

Imam An Nawawi juga berkata :

Selengkapnya ...

 

Tak Mampu Melihat Nabi Karena Kurang Adab

Memuliakan pendahulu ( orang yang lebih senior ) dan beradab kepada mereka adalah perintah Nabi Muhammad SAW sebagaiman tertuang didalam sabda Nabi:

قَالَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: “لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا“(رواه الترمذي )

Artinya : “Tidak termasuk dari ( golongan ) kami orang yang tidak mencintai anak kecil dan tidak menghormati ( beradab ) kepada orang yang dewasa.”

Maka menjadi kebiasaan ulama terdahulu mereka mendahulukan belajar adab daripada belajar ilmu itu sendiri.

Imam Ibnu Jauzi didalam karyanya Kitab berjudul Ghoyatun Nihayah Fi Tobaqatil Qurro’ juz 1 halaman 446 mengatakan bahwa :

الإمام عبدالله بن المبارك رحمه الله: “طلبت الأدب ثلاثين سنةً, وطلبت العلم عشرين سنةً, وكانوا يطلبون الأدب قبل العلم
Artinya :
“Imam Abdullah bin Mubarok rahimahullah mengatakan, “Aku belajar adab 30 tahun, dan kemudian baru belajar ilmu 20 tahun. Mereka ( para ulama terdahulu ) mempelajari adab sebelum mencari ilmu.”

Selengkapnya ...

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL