|
 Emansipasi perempuan bukan lagi menjadi subyek keluhannya, karena sekarang perempuan sudah bebas bersekolah dan berkarir setinggi tingginya. Tapi mungkin kini ia mengeluhkan tingginya biaya bersekolah, karena pemerintah menarik subsidi pendidikan. Mengeluhkan penyelewengan yang berseliweran di negerinya.
Seperti inilah kurang lebih dalam imajinasi saya :
Bagiku Stella,.. masalah yang dihadapi oleh bangsaku kini adalah tingginya biaya pendidikan. Bayangkan Kalau dulu bangsamu perlahan membuka sekolah sekolah untuk para pribumi, ....kini para pembesar negeriku menutup kesempatan itu. Mereka merampas kesempatan satu satunya yang dimiliki saudaranya yang miskin dan melarat untuk merubah nasib melalui pendidikan. Pemerintahku mencabut subsidi yang sangat diperlukan oleh anak anak miskin untuk melanjutkan pendidikannya.
Kini perguruan tinggi kembali menjadi milik para pembesar dan kaum berpunya. Dengarlah Stella,.... keluhan orang tua tak berpunya yang membanting tulang siang malam demi biaya kuliah anak mereka. Berapa banyak tangan tengadah untuk memanjatkan doa di malam sepi, meminta agar diberikan sedikit rejeki demi sang anak.
Kini STOVIA hanya membuka pintunya sedikit saja untuk yang tidak ber-uang. Oh ya, STOVIA kini sudah berganti menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia jika kau belum tahu, tidak cukup otak pintar untuk menuju ke sana, tapi juga uang yang banyak. |
|
Selengkapnya ...
|
|
Mbah Priok dan Legenda Tanjung Priok |
Rabu (14/4/2010) pagi ini, seratusan warga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP di depan makam Mbah Priok di Jalan TPU Dobo, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Warga tidak rela makam yang mereka keramatkan dibongkar pemerintah kota. Siapa Mbah Priok? Kenapa sejumlah warga seperti memiliki ikatan ideologis dengan sosoknya.
Mbah Priok adalah seorang ulama. Masyarakat menyebutnya Habib. Ia dilahirkan di Palembang tahun 1727 dengan nama Al Imam Al`Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA. Menurut catatan, pada tahun 1756 Habib Hasan bin Muhammad bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad RA pergi ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam. Mereka berlayar menuju Batavia selama dua bulan. Aneka rintangan menghadang.
SELENGKAPNYA ... |
|
Mengenang 100 Hari Kepergian Gus Dur |
|
Semua orang merasa kehilangan, sebab hampir semua orang merasa berhutang budi pada Gus Dur. Begitu Komentar orang terhadap kepergian tokoh yang satu itu. Hal itu tidak lain mengingat besarnya kiprah Gus Dur terhadap umat Islam dan bangsa ini. Kemunculan Gus Dur di tengah puncak kekuasaan Orde baru memberikan tempat tersendiri bagi bangsa ini, terutama di kalangan muda yang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman rezim yang otoriter itu seolah Gus Dur memberikan alternatif lain. Ia tidak seperti kelompok aktivis radikal yang menghadapi orde baru secara konfrontatif. Tetapi juga tidak seperti tokoh kompromis, yang serba tunduk pada kemauan orde baru.
Dengan sikap seperti itu Gus Dur seolah menjadi oposisi loyal, sehingga menjadi tumpuan semua pihak, kalangan yang anti orde baru maupun menjadi sahabat para pemimpin orde baru. Hampir semua pendukung rezim orde baru utama memiliki kedekatan khusus dengan Gus Dur, baik Sudomo, Benny Moerdani, Moerdiono. Belum lagi tokoh lainnya. Dengan kepiawiaannya Gur Dur dihormati oleh kawan dan lawan. Bagi kalangan aktivis mahasiswa tahun 1980-an, Gus Dur merupakan sumber inspirasi penting di saat yang sama juga sangat dihormati oleh Soeharto sendiri.
|
|
Selengkapnya ...
|
|
KH A Idris Marzuqi masih Sugeng |
|
Isu meninggalnya Pengasuh Ponpes. Lirboyo Kediri, KH A Idris Marzuqi menggegerkan banyak kalangan. Sudah dua hari ini sms (pesan singkat) beredar mengabarkan wafatnya Kiai Idris. Alumni Lirboyo di berbagai pelosok penjuru pun terkejut dengan kabar ini. Bahkan, tak sedikit tokoh-tokoh yang menanyakan kebenaran berita ini. Kabar 'burung' ini menjadi bahan pembicaraan dan membuat banyak orang percaya, karena beberapa hari sebelumnya banyak sms yang beredar memohon kesembuhan Kiai Idris yang sedang sakit. Telepon pusat informasi Ponpes. Lirboyo juga tak henti-hentinya berdering menanyakan kabar serupa. "Ini informasi yang tidak benar dan harus diluruskan," ujar Ketua II Ponpes. Lirboyo M Mukhlas Noer kepada lirboyo.com (Selasa, 6/4). Selengkapnya ... |
|

Di musim kemarau daunnya berguguran Mencium genting rumahmu Aku segan melangkah di halaman Takut membangunkan tidur siangmu
Dan sukun ini menjadi penjerat kenangan Penanda kanak menjadi dewasa Juga anak yang seharusnya rela menjadi budak Sukun itu lebih tahu Kenapa rumahmu tak seramai dulu Mereka yang dilahirkan dari rahimmu Tak berkunjung, tak mau kembali
Rumahmu tak seindah dulu kata mereka Lebah di peternakanmu tak lagi bermadu Sayapnya berserakan Terpatahkan angin luar yang liar Suaramu tak didengarnya lagi Mereka melupakan istana buatanmu Juga pohon sukun yang kini tumbang Mati….
Bumi Mangkuyudan, Maret 2010
Miftahul Abrori, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta. Aktif di komunitas Thariqat Sastra Sapu Jagad.
|
|
KH Said Agil Siradj Nahkodai NU Lima Tahun ke Depan |
|
Puncak seremoni Muktamar ke-32 NU kini usai sudah. Setelah menyelesaikan berbagai materi persidangan di tiap-tiap komisi. Dan perhelatan pemilihan Rois Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menentukan KH Sahal Mahfudz secara aklamasi. Kini pemilihan Ketua Umum tanfidziyah PBNU juga telah selesai melalui voting yang berlangsung secara tertutup di Auditorium Utama Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (27/3). dengan KH Said Agil Siradj terpilih sebagai Ketua Umum mengungguli rekannya Slamet Efendi Yusuf. Dengan demikian, KH Said Agil Siradj berhak menahkodai NU hingga lima tahun ke depan (2010-2015).
SELENGKAPNYA ... |
|
KH Sahal Mahfuzh Kembali Terpilih Rais Am PBNU |
|
Berdasar tata tertib yang disepakati bersama, calon Rais Am dinyatakan sah bila mendapat dukungan 99 suara. Hasil putaran pertama pemilihan Rais Am meloloskan KH Sahal Mahfudz dan KH Hasyim Muzadi. Namun seusai penghitungan suara, KH Hasyim Muzadi menyatakan tidak bersedia dicalonkan sebagai Rois Am PBNU periode 2010-2015 M. Pernyataan ketidaksediaan KH Hasyim Muzadi ini disampaikan melalui surat yang dibacakan di depan sidang pleno ke-6 di auditorium utama Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (27/3). Dengan demikian secara aklamasi disepakati KH Sahal Mahfudz sebagai Rais Am PBNU periode 2010-2015 M.
SELENGKAPNYA ... |
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 4 dari 12 |