Dukungan

W A    : 0898 999 6464
Telegram : Al-Muayyad
Pin BB     : 7604FADA
IMO        : Al-Muayyad
Line        : Al-Muayyad
IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 40 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1301
mod_vvisit_counterKemarin2264
mod_vvisit_counterMinggu ini9883
mod_vvisit_counterBulan ini39376
mod_vvisit_counterTotal1146726
Facebook
Awal

Ramadhan: Bulan Pengendalian Hawa Nafsu dan Syahwat

Ramadhan ! Saatnya Mengendalikan Hawa Nafsu dan Syahwat

bulanBiasanya, sering kita mengatakan atau mendengar bahwa shaum berfungsi untuk menundukkan hawa nafsu jelek kita. Namun, yang dimaksud sekadar menahan nafsu makan dan minum, tidak berbohong, tidak bertengkar, tidak meng-gîbah, atau aktivitas lain yang bersifat moralitas semata. Kalaupun faktanya demikian maka sebenarnya telah terjadi penyempitan makna dari menundukkan hawa nafsu itu sendiri. Allah SWT berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى

Tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran dan al-Hadist) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (QS an-Najm [53]: 3-4).

Dalam ayat di atas, Allah SWT secara tegas menjelaskan bahwa hawa nafsu dan wahyu saling berbeda. Hawa nafsu adalah segala bentuk dorongan yang berasal dari dalam diri manusia. Oleh karena itu, hawa nafsu tidak hanya terbatas pada aspek moralitas saja, melainkan menyangkut seluruh dorongan ada dalam diri manusia yang mewujud dalam seluruh aktivitas. Sebaliknya, wahyu adalah sesuatu yang diwahyukan oleh Allah kepada Rasulullah saw. berupa perintah dan larangan. Wahyu ini yang harus mengendalikan hawa nafsu manusia. Jika hawa nafsu manusia tidak dibimbing wahyu, ia akan cenderung pada keburukan.

Selengkapnya ...

 

PESTA ( Pekan Seni Ta’aruf dan Awwalussanah)

Para Santri BerPesta

  ramaiSelama ini pesta identik dengan tindakan hura-hura dan sesuatu yang kurang memberi kontribusi positif. Beda halnya Pesta yang diselenggarakan di Pesantren Al-Muayyad, Solo. PESTA yang berkepanjangan Pekan Seni Ta’aruf dan Awwalussanah itu merupakan event yang diadakan selama sepekan di awal tahun ajaran baru yang bertujuan merangsang motivasi dan kreatifitas para santri di pesantren tersebut. PESTA digelar atas kepengurusan IPMA (Ikatan Pelajar Madrasah Al-Muayyad) bekerjasama dengan pengurus pondok selama masa orientasi siswa.

Dalam event ini Para santri yang juga bersekolah di SMP, SMA, Maupun MA Al-Muayyad dituntut untuk lebih kreatif dalam hal kesenian. Ajang ini juga dimaksudkan untuk para santri berkenalan(ta’aruf) dengan santri lain agar lebih kerasan tinggal di pesantren.

Para santri putra dan putri benar-benar berpesta yang dibuka pada 12 - 18 Juli2010. acara dibuka langsung oleh pengasuh pesantren Al-Muayyad, KH. Abdul Rozaq Shofawi. Dalam sambutannya Kiai Rozaq menghimbau para santri agar mengikuti semua acara yang diselenggarakan oleh panitia PESTA.

Selengkapnya ...

 

Arah Kiblat dari Indonesia

globe

Makkah 21o25’ LU 39o50’ BT menjadi kiblat bagi ahlul ardli termasuk Indonesia.

Arah kiblat dari Indonesia ke Makkah : ke barat laut dengan ukuran derajat bervariasi sesuai dengan letak tiap kawasan pada garis lintang dan garis bujur. Contoh :

Kawasan lintang utara :

  1. Sabang            05o54’ LU   095o21’ BT : 21o56’08” AQ
  2. Banda Aceh    05o35’ LU   095o20’ BT : 22o08’13” AQ
  3. Medan             03o38’ LU   098o38’ BT : 22o44’46” AQ
  4. Pekanbaru       00o36’ LU   101o14’ BT : 23o46’18” AQ
  5. Sambas            01o18’ LU   109o18’ BT : 22o18’19” AQ
  6. Tarakan           03o18’ LU   117o35’ BT : 21o12’59” AQ
  7. Gorontalo        00o34’ LU   123o05’ BT : 21o29’37” AQ
  8. Manado           01o33’ LU   124o53’ BT : 21o21’58” AQ

Selengkapnya ...

 

Lelaki dan Wanitaku

Saat itu, jangan palingkan wajahmu dari wajahku.Aku tak kuat lagi menahan ini semua. Harus menahan rindu yang akhirnya menjadi luka. Ingin segera kuobati atau malah justru kugaruk saja meski nanti kian parah lukanya. Yang ingin kulakukan sekarang pergi ketempatmu dan menjalin kasih yang lama terputus. Tapi, kau tak pernah memberitahu kemana kau akan pergi. Juga tak pernah kudengar lagi kabarmu semenjak kau meninggalkanku.
“Jangan pernah berpaling dariku”. Katamu saat itu.
Kau pikir aku sanggup menahan rinduku ini? Tidak. Kali ini tidak. Dan akupun tak mau berpaling. Meski dengan tanpa sepenuh cinta, seorang wanita mencoba mendekatiku dan aku mulai tergoda. Mungkin aku membutuhkannya untuk sekedar melepas dahagaku karena tanpamu. Sungguh aku tak ingin berpaling.

Selengkapnya ...

 

MUI: Yang Diubah Shafnya Bukan Arah Masjidnya

arahKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan Shaberah minta masyarakat tak perlu merisaukan soal perubahan arah kiblat.
"Karena itu, yang diubah Shafnya saja, bukan arah Masjidnya " kata Amidhan yang ditemui Tempo di Kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (14/7).

Amidhan juga menyatakan kalau nantinya para ahli astronomi dan geologi bersepakat kalau arah kiblat perlu diubah karena ada pergeseran lempeng bumi itu tidak akan mutlak mengubah arah kiblat. "Karena bukan hanya fisik bangunannya, tapi jihadnya juga dilihat," kata dia.

Lagipula menurut Amidhan perubahan arah kiblat tidak akan bisa serta merta diterapkan pada masyarakat Indonesia. "Karena sudah berabad-abad ditetapkan, kecuali penetapan yang pertama dulu keliru."

Selengkapnya ...

 

Inilah Cara Meluruskan Arah Kiblat

haramPerbincangan mengenai arah kiblat masjid di Indonesia akhir-akhir ini terus mencuat. Pemicunya, banyak masjid yang ditengarai arah kiblatnya melenceng dari arah ka'bah. Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) Ahmad Izzuddin menyatakan untuk mendapatkan keyakinan dan kemantapan amal ibadah maka harus berusaha agar arah kiblat sholat mendekati persis kepada arah Baitullah.

Menurutnya, ada beberapa cara untuk mendapatkan keyakinan arah kiblat. Selama ini, kata Izzudin, ada sistem penentuan arah kiblat yang dapat dikategorikan akurat, seperti dengan menentukan azimuth kiblat dengan scientific calculator atau dengan dibantu alat teknologi canggih seperti theodolite dan GPS ( Global Position System).

Selengkapnya ..

 

MUI ralat fatwa arah kiblat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.

“Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut, bukan barat, ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, Rabu (14/7).

MUI pun menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa sebelumnya.

“Indonesia itu letaknya tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan, jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut,” terangnya.

Selengkapnya ...

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL