Pendaftaran
Dukungan

W A    : 0898 999 6464

Telegram : Al-Muayyad
YouTube  : Ayyada TV

IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 92 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini938
mod_vvisit_counterKemarin4418
mod_vvisit_counterMinggu ini18086
mod_vvisit_counterBulan ini13841
mod_vvisit_counterTotal4788848
Facebook
Awal

PESTA ( Pekan Seni Ta’aruf dan Awwalussanah)

Para Santri BerPesta

  ramaiSelama ini pesta identik dengan tindakan hura-hura dan sesuatu yang kurang memberi kontribusi positif. Beda halnya Pesta yang diselenggarakan di Pesantren Al-Muayyad, Solo. PESTA yang berkepanjangan Pekan Seni Ta’aruf dan Awwalussanah itu merupakan event yang diadakan selama sepekan di awal tahun ajaran baru yang bertujuan merangsang motivasi dan kreatifitas para santri di pesantren tersebut. PESTA digelar atas kepengurusan IPMA (Ikatan Pelajar Madrasah Al-Muayyad) bekerjasama dengan pengurus pondok selama masa orientasi siswa.

Dalam event ini Para santri yang juga bersekolah di SMP, SMA, Maupun MA Al-Muayyad dituntut untuk lebih kreatif dalam hal kesenian. Ajang ini juga dimaksudkan untuk para santri berkenalan(ta’aruf) dengan santri lain agar lebih kerasan tinggal di pesantren.

Para santri putra dan putri benar-benar berpesta yang dibuka pada 12 - 18 Juli2010. acara dibuka langsung oleh pengasuh pesantren Al-Muayyad, KH. Abdul Rozaq Shofawi. Dalam sambutannya Kiai Rozaq menghimbau para santri agar mengikuti semua acara yang diselenggarakan oleh panitia PESTA.

Selengkapnya ...

 

Arah Kiblat dari Indonesia

globe

Makkah 21o25’ LU 39o50’ BT menjadi kiblat bagi ahlul ardli termasuk Indonesia.

Arah kiblat dari Indonesia ke Makkah : ke barat laut dengan ukuran derajat bervariasi sesuai dengan letak tiap kawasan pada garis lintang dan garis bujur. Contoh :

Kawasan lintang utara :

  1. Sabang            05o54’ LU   095o21’ BT : 21o56’08” AQ
  2. Banda Aceh    05o35’ LU   095o20’ BT : 22o08’13” AQ
  3. Medan             03o38’ LU   098o38’ BT : 22o44’46” AQ
  4. Pekanbaru       00o36’ LU   101o14’ BT : 23o46’18” AQ
  5. Sambas            01o18’ LU   109o18’ BT : 22o18’19” AQ
  6. Tarakan           03o18’ LU   117o35’ BT : 21o12’59” AQ
  7. Gorontalo        00o34’ LU   123o05’ BT : 21o29’37” AQ
  8. Manado           01o33’ LU   124o53’ BT : 21o21’58” AQ

Selengkapnya ...

 

Lelaki dan Wanitaku

Saat itu, jangan palingkan wajahmu dari wajahku.Aku tak kuat lagi menahan ini semua. Harus menahan rindu yang akhirnya menjadi luka. Ingin segera kuobati atau malah justru kugaruk saja meski nanti kian parah lukanya. Yang ingin kulakukan sekarang pergi ketempatmu dan menjalin kasih yang lama terputus. Tapi, kau tak pernah memberitahu kemana kau akan pergi. Juga tak pernah kudengar lagi kabarmu semenjak kau meninggalkanku.
“Jangan pernah berpaling dariku”. Katamu saat itu.
Kau pikir aku sanggup menahan rinduku ini? Tidak. Kali ini tidak. Dan akupun tak mau berpaling. Meski dengan tanpa sepenuh cinta, seorang wanita mencoba mendekatiku dan aku mulai tergoda. Mungkin aku membutuhkannya untuk sekedar melepas dahagaku karena tanpamu. Sungguh aku tak ingin berpaling.

Selengkapnya ...

 

MUI: Yang Diubah Shafnya Bukan Arah Masjidnya

arahKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan Shaberah minta masyarakat tak perlu merisaukan soal perubahan arah kiblat.
"Karena itu, yang diubah Shafnya saja, bukan arah Masjidnya " kata Amidhan yang ditemui Tempo di Kantornya, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (14/7).

Amidhan juga menyatakan kalau nantinya para ahli astronomi dan geologi bersepakat kalau arah kiblat perlu diubah karena ada pergeseran lempeng bumi itu tidak akan mutlak mengubah arah kiblat. "Karena bukan hanya fisik bangunannya, tapi jihadnya juga dilihat," kata dia.

Lagipula menurut Amidhan perubahan arah kiblat tidak akan bisa serta merta diterapkan pada masyarakat Indonesia. "Karena sudah berabad-abad ditetapkan, kecuali penetapan yang pertama dulu keliru."

Selengkapnya ...

 

Inilah Cara Meluruskan Arah Kiblat

haramPerbincangan mengenai arah kiblat masjid di Indonesia akhir-akhir ini terus mencuat. Pemicunya, banyak masjid yang ditengarai arah kiblatnya melenceng dari arah ka'bah. Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) Ahmad Izzuddin menyatakan untuk mendapatkan keyakinan dan kemantapan amal ibadah maka harus berusaha agar arah kiblat sholat mendekati persis kepada arah Baitullah.

Menurutnya, ada beberapa cara untuk mendapatkan keyakinan arah kiblat. Selama ini, kata Izzudin, ada sistem penentuan arah kiblat yang dapat dikategorikan akurat, seperti dengan menentukan azimuth kiblat dengan scientific calculator atau dengan dibantu alat teknologi canggih seperti theodolite dan GPS ( Global Position System).

Selengkapnya ..

 

MUI ralat fatwa arah kiblat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.

“Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut, bukan barat, ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma’ruf Amin, Rabu (14/7).

MUI pun menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa sebelumnya.

“Indonesia itu letaknya tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan, jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut,” terangnya.

Selengkapnya ...

 

Mbah Mad Muntilan Berpulang Ke Rahmatullah

mbah madKH Ahmad Abdul Haq atau yang akrab dipanggil Mbah Mad Watucongol Muntilan Magelang, meninggal dunia, Kamis (8/7) pagi.

KH Aly Qaishar, salah satu putra Mbah Mad yang akrab dipanggil dengan panggilan Gus Aly, kepada KRJogja.com, mengatakan Mbah Mad meninggal dunia sekitar pukul 05.00 setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Harapan Kota Magelang.

Dikatakan, Selasa (6/7) sore sekitar pukul 16.00 Mbah Mad dibawa ke RS Harapan Kota Magelang dan dirawat di Bangsal Eidelweis RS yang tidak jauh dari obyek wisata Taman Kiai Langgeng Kota Magelang lantaran merasakan kurang enak badannya.

Pada Rabu siang kesehatannya terlihat membaik, tekanan darahnya juga membaik. Demikian juga kandungan gulanya. Tidak sedikit masyarakat yang datang ke RS Harapan untuk menjenguk dan mendoakan agar Mbah Mad diberi kesembuhan.

Namun Kamis pagi muncul kabar kalau Mbah Mad, yang usianya sekitar 82 tahun tersebut, meninggal dunia. Gus Aly mengatakan Mbah Mad dimakamkan Kamis sekitar pukul 15.00 di areal pemakaman yang tidak jauh dari komplek Pondok Pesantren "Darussalam" Watucongol Muntilan Magelang.

Sumber : klik disini.

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL