Pendaftaran
Dukungan

W A    : 0898 999 6464

Telegram : Al-Muayyad
YouTube  : Ayyada TV

IG : almuayyad_solo

Twitter : almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 84 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1049
mod_vvisit_counterKemarin4418
mod_vvisit_counterMinggu ini18197
mod_vvisit_counterBulan ini13952
mod_vvisit_counterTotal4788959
Facebook
Awal

Gerakan teroris harus diwaspadai

WaspadalahTokoh Islam Indonesia Prof Dr Azyumardi Azra mengungkapkan bahwa sel-sel jaringan teroris terus bergerak di penjuru Nusantara melalui berbagai cara. Salah satu sasaran yang paling mudah dimasuki paham teroris ialah anak-anak remaja dan pemuda setingkat SLTA dan Perguruan Tinggi (PT).

“Para gembomg teroris memang telah banyak yang dibekuk polisi. Namun ingat, sel-sel jaringan teroris masih terus berkembang di lingkungan sekitar kita dengan berbagia cara,” paparnya dalam jumpa pers yang digelar di Ponpes Al Muayyad Laweyan Solo, Kamis (29/4).

SELENGKAPNYA ...

 

Kata maaf dapat kurangi serangan jantung

salamMaaf bukan sekadar kata-kata yang menenangkan, tetapi juga ternyata memiliki dampak positif bagi kesehatan Anda. Menurut penelitian, wanita yang tidak mendapatkan kata maaf, setelah melakukan sikap buruk, tekanan darahnya akan meningkat dan beresiko terkena serangan jantung atau stroke.

Tetapi, wanita yang mendengar dan mendapat kata maaf pada waktu yang tepat akan merasa lebih tenang. Tekanan darahnya memang meningkat, tetapi 20 persen lebih cepat kembali ke tekanan normal. Sebaliknya, pria butuh 20 persen lebih lama untuk pulih setelah meminta maaf dan akan bekerja lebih setelah mendengar pengakuan bersalah. Demikian seperti dikutip dari Telegrap, Sabtu (24/4).

Selengkapnya ...

 

Surat Kartini 2010

 

ra kartini

 

Emansipasi perempuan bukan lagi menjadi subyek keluhannya, karena sekarang perempuan sudah bebas bersekolah dan berkarir setinggi tingginya. Tapi mungkin kini ia mengeluhkan tingginya biaya bersekolah, karena pemerintah menarik subsidi pendidikan. Mengeluhkan penyelewengan yang berseliweran di negerinya.

Seperti inilah kurang lebih dalam imajinasi saya :

Bagiku Stella,.. masalah yang dihadapi oleh bangsaku kini adalah tingginya biaya pendidikan. Bayangkan Kalau dulu bangsamu perlahan membuka sekolah sekolah untuk para pribumi, ....kini para pembesar negeriku menutup kesempatan itu. Mereka merampas kesempatan satu satunya yang dimiliki saudaranya yang miskin dan melarat untuk merubah nasib melalui pendidikan. Pemerintahku mencabut subsidi yang sangat diperlukan oleh anak anak miskin untuk melanjutkan pendidikannya.

Kini perguruan tinggi kembali menjadi milik para pembesar dan kaum berpunya.   Dengarlah Stella,.... keluhan orang tua tak berpunya yang membanting tulang siang malam demi biaya kuliah anak mereka. Berapa banyak tangan tengadah untuk memanjatkan doa di malam sepi, meminta agar diberikan sedikit rejeki demi sang anak.

Kini STOVIA hanya membuka pintunya sedikit saja untuk yang tidak ber-uang. Oh ya, STOVIA kini sudah berganti menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia jika kau belum tahu, tidak cukup otak pintar untuk menuju ke sana, tapi juga uang yang banyak.

Selengkapnya ...

 

Mbah Priok dan Legenda Tanjung Priok

Rabu (14/4/2010) pagi ini,  seratusan warga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP di depan makam Mbah Priok di Jalan TPU Dobo, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Warga tidak rela makam yang mereka keramatkan dibongkar pemerintah kota. Siapa Mbah Priok? Kenapa sejumlah warga seperti memiliki ikatan ideologis dengan sosoknya.

Mbah Priok adalah seorang ulama. Masyarakat menyebutnya Habib. Ia dilahirkan di Palembang tahun 1727 dengan nama Al Imam Al`Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA. Menurut catatan, pada tahun 1756 Habib Hasan bin Muhammad bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad RA pergi ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam.  Mereka berlayar menuju Batavia selama dua bulan. Aneka rintangan menghadang.

SELENGKAPNYA ...
 

Mengenang 100 Hari Kepergian Gus Dur

Semua orang merasa kehilangan, sebab hampir semua orang merasa berhutang budi pada Gus Dur. Begitu Komentar orang terhadap kepergian tokoh yang satu itu. Hal itu tidak lain mengingat besarnya kiprah Gus Dur terhadap umat Islam dan bangsa ini. Kemunculan Gus Dur di tengah puncak kekuasaan Orde baru memberikan tempat tersendiri bagi bangsa ini, terutama di kalangan muda yang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman rezim yang otoriter itu seolah Gus Dur memberikan alternatif lain. Ia tidak seperti kelompok aktivis radikal yang menghadapi orde baru secara konfrontatif. Tetapi juga tidak seperti tokoh kompromis, yang serba tunduk pada kemauan orde baru.

Dengan sikap seperti itu Gus Dur seolah menjadi oposisi loyal, sehingga menjadi tumpuan semua pihak, kalangan yang anti orde baru maupun menjadi sahabat para pemimpin orde baru. Hampir semua pendukung rezim orde baru utama memiliki kedekatan khusus dengan Gus Dur, baik Sudomo, Benny Moerdani, Moerdiono. Belum lagi tokoh lainnya. Dengan kepiawiaannya Gur Dur dihormati oleh kawan dan lawan. Bagi kalangan aktivis mahasiswa tahun 1980-an, Gus Dur merupakan sumber inspirasi penting di saat yang sama juga sangat dihormati oleh Soeharto sendiri.

Selengkapnya ...

 

KH A Idris Marzuqi masih Sugeng

mbah idrisIsu meninggalnya Pengasuh Ponpes. Lirboyo Kediri, KH A Idris Marzuqi menggegerkan banyak kalangan. Sudah dua hari ini sms (pesan singkat) beredar mengabarkan wafatnya Kiai Idris. Alumni Lirboyo di berbagai pelosok penjuru pun terkejut dengan kabar ini. Bahkan, tak sedikit tokoh-tokoh yang menanyakan kebenaran berita ini.

Kabar 'burung' ini menjadi bahan pembicaraan dan membuat banyak orang percaya, karena beberapa hari sebelumnya banyak sms yang beredar memohon kesembuhan Kiai Idris yang sedang sakit. Telepon pusat informasi Ponpes. Lirboyo juga tak henti-hentinya berdering menanyakan kabar serupa. "Ini informasi yang tidak benar dan harus diluruskan," ujar Ketua II Ponpes. Lirboyo M Mukhlas Noer kepada lirboyo.com (Selasa, 6/4).

Selengkapnya ...

 

SUKUN

Di musim kemarau daunnya berguguran
Mencium genting rumahmu
Aku segan melangkah di halaman
Takut membangunkan tidur siangmu

Dan sukun ini menjadi penjerat kenangan
Penanda kanak menjadi dewasa
Juga anak yang seharusnya rela menjadi budak
Sukun itu lebih tahu
Kenapa rumahmu tak seramai dulu
Mereka yang dilahirkan dari rahimmu
Tak berkunjung, tak mau kembali

Rumahmu tak seindah dulu kata mereka
Lebah di peternakanmu tak lagi bermadu
Sayapnya berserakan
Terpatahkan angin luar yang liar
Suaramu tak didengarnya lagi
Mereka melupakan istana buatanmu
Juga pohon sukun yang kini tumbang
Mati….

Bumi Mangkuyudan, Maret 2010

Miftahul Abrori, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta. Aktif di komunitas Thariqat Sastra Sapu Jagad.


 

 
Artikel Lain...

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL