Dukungan

W A : 0898 999 6464

Telegram : Al-Muayyad
YouTube: Ayyada TV

IG : almuayyad_solo

Twitter: almuayyad_solo

Online
Kami memiliki 74 Tamu online
Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini926
mod_vvisit_counterKemarin961
mod_vvisit_counterMinggu ini2731
mod_vvisit_counterBulan ini8571
mod_vvisit_counterTotal13529144
Facebook
Awal Ngaji Artikel
Ngaji
FADHILAH MEMPERBANYAK SOLAWAT SAAT MAKAN NASI
Ditulis oleh mustain   
Kamis, 23 September 2021 06:13

Memperbanyak membaca Solawat ketika makan Nasi memiliki keutamaan yang besar. Al Imam Jalaluddin As Suyuti didalam Kitabnya Al Hawi lil Fatawi juz 2 hal 41 mengatakan :

*يستحب إكثار الصلاة على النبي عند أكل الأرز لأنه كان جوهرا في الجنة أودع الله فيه نور محمد صلى الله عليه وسلم فلما خرج منه النور تفتت فصار حبا*

 

Dianjurkan memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi shollallohu alaihi wasallam ketika memakan beras (nasi) karena beras dulunya adalah permata di syurga yang Allah titipkan Nur Muhammad shollallohu alaihi wasallam di dalamnya. Ketika Nur itu keluar darinya, permata tersebut hancur menjadi biji (beras).

Selengkapnya ...
 
ADAB MURID DENGAN GURU & GURU DENGAN MURID ( "MENURUT ULAMA" & REALITASNYA DI ERA MILINEAL )
Ditulis oleh mustain   
Senin, 13 September 2021 08:09

Banyak sekali kisah bagaimana kaum muslimin sangat dianjurkan mengedepankan adab dalam menuntut ilmu, dan keberkahan adab mampu membangun karakter kepribadian yang Sholih.


Para ulama pun selalu mengingatkan akan pentingnya dan utamanya kisah ADAB.

Berikut pendapat para Ulama :

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al Maliki, berkata :

“Aku murka terhadap penuntut (ilmu) yang tidak menghormati ustadznya, meskipun ustadz tersebut adalah temannya sendiri.”

Al Imam an Nawawi, berkata :

“Seyogyanya bagi seorang pelajar tawadhu kepada gurunya dan menjaga tata krama ketika bersamanya, meskipun gurunya tersebut lebih muda, tidak begitu terkenal, nasabnya lebih rendah dan (mungkin) keshalehannya kalah dengan muridnya. Dengan tawadhu, niscaya ilmu akan ia dapatkan.”

Imam An Nawawi juga berkata :

Selengkapnya ...
 
Tak Mampu Melihat Nabi Karena Kurang Adab
Ditulis oleh mustain   
Senin, 13 September 2021 07:58

Memuliakan pendahulu ( orang yang lebih senior ) dan beradab kepada mereka adalah perintah Nabi Muhammad SAW sebagaiman tertuang didalam sabda Nabi:

قَالَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: “لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا“(رواه الترمذي )

Artinya : “Tidak termasuk dari ( golongan ) kami orang yang tidak mencintai anak kecil dan tidak menghormati ( beradab ) kepada orang yang dewasa.”

Maka menjadi kebiasaan ulama terdahulu mereka mendahulukan belajar adab daripada belajar ilmu itu sendiri.

Imam Ibnu Jauzi didalam karyanya Kitab berjudul Ghoyatun Nihayah Fi Tobaqatil Qurro’ juz 1 halaman 446 mengatakan bahwa :

الإمام عبدالله بن المبارك رحمه الله: “طلبت الأدب ثلاثين سنةً, وطلبت العلم عشرين سنةً, وكانوا يطلبون الأدب قبل العلم
Artinya :
“Imam Abdullah bin Mubarok rahimahullah mengatakan, “Aku belajar adab 30 tahun, dan kemudian baru belajar ilmu 20 tahun. Mereka ( para ulama terdahulu ) mempelajari adab sebelum mencari ilmu.”

Selengkapnya ...
 
BAHAYA BACA AL-QURAN TIDAK TARTIL
Ditulis oleh mustain   
Kamis, 09 September 2021 20:31

 

Al-Imam 'Ali bin Abi Thalib radhiyaahu 'anhu berkata tentang firman Allaah Ta'ala:

*وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِیلًا*

"Dan tartilkanlah Al-Quran se-tartil-tartilnya..."

*الترتيل هو تجويد الحروف و معرفة الوقوف*

"Tartil artinya mentajwidkan huruf dan memahami kaidah waqaf."

Tajwidul huruf maknanya membaguskan pengucapan huruf demi huruf di dalam Al-Quran, sesuai dengan makhrajnya, memberikan haknya berupa sifat-sifatnya dan mustahaknya, merealisasikan hukum-hukum tajwid dengan sempurna tanpa berlebihan dan lembut pengucapannya tanpa asal-asalan.

Selengkapnya ...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL